Selasa, 08 Mei 2012

presentasi (kriteria pidato yang baik(sri marwah 1111040176)))

C. Kriteria Pidato yang baik
Setiap orang yang berpidato pasti berusaha dan berharap pidato yang baik. Pidato yang baik ditandai oleh kriteria (a) isinya sesuai dengan kegiatan yang sedang berlangsung. (b) isinya menggugah dan bermanfaat bagi pendengar, (c) isinya tidak menimbulkan pertentangan sara, (d) isinya jelas, (e) isinya benar dan objektif, (f) bahasa yang digunakan mudah dipahami pendengarnya, dan (g) Disampaikan secara santun, rendah hati, dan bersahabat.
Pidato dapat terlaksana dengan baik apabila pembicara bukan sekedar menguasai unsur kebahasaan secara baik melainkan juga menguasai unsur  nonkebahasaan, seperti keberanian, ketenangan, kesanggupan mengadakan reaksi yang cepat dan tepat, kesanggupan menyampaikan ide atau gagasan secara lancar dan teratur, dan kesanggupan memperlihatkan sikap dan gerak-gerik yang yang tidak canggung.
Untuk memiliki kemampuan berpidato yang baik diperlukan persiapan yang sebaik-baiknya dan latihan secra teratur. Bagi orang yang sudah biasa berpidato di hadapan massa, mempersiapkan pidato dan melakukan latihan mungkin tidak diperlukan lagi, namun bagi seseorang yang baru atau belum pernah berbicara didepan umum, hal itu sangat diperlukan. Seseorang berpidato seperti memberikan informasi atau menyampaikan sesuatu pengetahuan kepada orang banyak. Penyampaian informasi atau pengetahuan tersebut selayaknyalah dipersiapkan lebih dahulu dengan sebaik-baiknya agar uraiannya dapat lebih teratur, bahasanya lebih jelas, dan dapat dipikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul dalam pelaksanaan pidato, serta bagaimana usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
Menurut Goys Keraf, ada tujuh langkah yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan pidato yang baik.
1.     Menentukan topik dan tujuan;
2.     Menganalisis pendengar dan situasi;
3.     Memiliih dan menyempitkan topik;
4.     Mengumpulkan bahan;
5.     Membuat kerangka uraian;
6.     Menguraikan secara mendetail; dan
7.     Melatih dengan suara nyaring.

Ketujuh langkah tersebut diperingkas menjadi tiga langkah, yaitu meneliti masalah (1,2,3), menyusun uraian (4,5,6), dan meng

Senin, 07 Mei 2012

Naskah Pidato_Aisyah (1111040177)

PIDATO

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ibu dosen beserta rekan-rekan yang saya hormati,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat hadir dan berkumpul di tempat ini. Saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”. Pokok permasalahan yang akan saya sampaikan dalam pidato hari ini, yaitu mengenai pengaruh positif dan pengaruh negatif dari internet terhadap pelajar remaja.
 
Hadirin sekalian, internet merupakan hal yang tidak asing lagi di telinga kita, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang berteknologi, mewah, dan praktis. Sebagaimana yang telah kita ketahui, akses internet bisa diperoleh di manapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular atau handphone yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudah, atau jika tidak, di setiap sudut kota pasti terdapat sebuah warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan warnet. Kita juga dapat dengan mudah menemukan warung kopi yang memiliki layanan Wifi. Saat ini, internet dapat dikatakan sebagai dunia informasi tanpa batas, karena begitulah keadaannya, dengan adanya internet, akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada di dunia ini dapat diperoleh dengan mudah layaknya membalikkan telapak tangan atau bahkan hanya dengan mengejapkan mata.
 
Hadirin yang saya hormati, berbagai macam ilmu pengetahuan yang sangat melimpah, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, lalu apa hubungannya dengan remaja atau para pelajar? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan seorang pelajar ataukah siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja di manapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalahgunaan fasilitas internet, misalnya sebagai sarana untuk kriminalitas atau asusila. Seorang siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal-hal yang aneh? Dalam hal ini dapat berupa gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya. Hal inilah yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan terganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran di sekolah.

Hadirin sekalian, meskipun tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, atau hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya. Namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima di sekolah. Dan hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam di depan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.

Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur generasi muda, sebagaimana biasanya remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan di sekitarnya, atau dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada di dekatnya. Jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong ke arah mana remaja itu akan berjalan, ke arah positif atau negative tergantung dari mana mereka memulai.
 
Hadirin terhormat, pada umumnya, remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi di sekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kekayaan informasi dari internet tersebut.
 
Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku mahasiswa maupun bagi para pelajar lainnya kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyambut masa depan.
 
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, kurang dan lebihnya saya mohon maaf.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Materi Presentasi_Aisyah (1111040177)

BERPIDATO

A.    MENYEMPURNAKAN NASKAH PIDATO BERDASARKAN SUNTINGAN

            Menyempurnakan naskah pidato setelah disunting, baik oleh penulis sendiri maupun orang lain, perlu dilakukan. Penyempurnaan itu diarahkan kepada aspek isi, bahasa, dan penalaran sebagaimana yang telah disunting di atas. Penyempurnaan aspek bahasa dilakukan dengan mengganti kosa kata yang lebih tepat dan menyempurnakan kalimat dengan memperbaiki struktur dan gagasannya. Sementara itu, penyempurnaan paragraf dilakukan dengan memperbaiki koherensi dan kohesi paragraf. Untuk itu, penambahan kalimat, penyempurnaan kalimat atau penghilangan kalimat perlu dilakukan.

B.    SISTEMATIKA BERPIDATO

     Menyampaikan pidato berarti melisankan naskah pidato yang telah disiapkan. Akan tetapi menyampaikan pidato bukan sekadar membacakan naskah pidato di depan hadirin, melainkan perlu juga menghidupkan dan menghangatkan suasana dan menciptakan interaksi yang hangat dengan khalayak. Untuk itu, seseorang yang akan menyampaikan pidato harus mampu menganalisis situasi dan memanfaatkan hasil analisisnya itu untuk menghidupkan suasana dalam pidato yang akan dilakukan. Apabila pidato yang disampaikan bukan atas nama orang lain (bukan membacakan naskah pidato atasan atau orang lain), kita masih dapat melakukan penambahan-penambahan sepanjang waktu yang disediakan memadai. Yang terpenting, penambahan itu memperkaya isi pidato, dapat menghangatkan suasana, dan bermanfaat serta dapat memperjelas isi dalam naskah pidato.
 
Secara garis besar, sistematika berpidato adalah seperti berikut ini.
  1. Mengucapkan salam pembuka dan menyapa hadirin;
  2. Menyampaikan pendahuluan yang biasanya dilahirkan dalam bentuk ucapan terima kasih, ungkapan kegembiraan atau rasa syukur;
  3. Menyampaikan isi pidato yang diucapkan dengan jelas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dengan gaya bahasa yang menarik;
  4. Menyampaikan kesimpulan dari isi pidato supaya mudah diingat oleh pendengar;
  5. Menyampaikan harapan yang berisi anjuran atau ajakan kepada pendengar untuk melaksanakan isi pidato; dan
  6. Menyampaikan salam penutup.
C.    FAKTOR PENUNJANG KEEFEKTIFAN BERPIDATO

          Ada empat hal yang perlu diperhatikan agar pidatonya sukses, yaitu:
  1. Pembicara dituntut seorang yang bermoral. Jika pembicara bermoral tidak baik dan diketahui oleh pendengar, maka pendengar akan mencemooh.
  2. Pembicara hendaknya sehat jasmani dan rohani sehingga penampilannya dapat bersemangat, gagah, dan simpatik. Jangan sekali-kali menunjukkan fisik yang lemah di hadapan khalayak.
  3. Sarana yang diperlukan hendaknya cukup menunjang, misalnya publikasi; jika pidato disampaikan di hadapan massa, pengeras suara yang memadai, waktu, dan tempat harus sesuai.
  4. Jika berpidato di hadapan massa, harus diperhatikan: volume suara, tingkat pengetahuan massa, keadaan sosial, kebiasaan, adat-istiadat, dan agama, waktu berbicara tidak begitu lama, pembicara harus sabar dan menyesuaikan gaya dengan massa.

Referensi:
Anwar, Ahyar, dkk. 2011. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Indonesia. Makassar: Badan Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Bahasa dan Sastra UNM.


Rabu, 02 Mei 2012

ST. AFLAHAH (1111040188)_TUGAS PRESENTASI


A.    Pengertian dan Kiat Presentasi Ilmiah
Presentasi ilmiah yang efektif adalah penyajian bahan ilmiah oleh seseorang di suatu forum yang pesertanya secara sukarela terlibat aktif dalam interaksi verbal ilmiah menuju tercapainya tujuan dalam waktu yang tersedia.
Agar presentasi dapat berjalan secara efektif, ada kiat yang perlu diterapkan. Kiat tersebut mencakup: menarik minat dan perhatian peserta, menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas, dan menjaga etika. Perhatian peserta perlu dialihkan pada fokus pembahasan dengan cara yang menarik pula dengan memanfaatkan informasi latar belakang peserta. Perhatian peserta perlu dijaga atau dipertahankan dengan cara menjaga agar suara tidak monoton dan dengan menggunakan variasi media. Dalam hal ini multimedia sangat membantu. Akan tetapi apabila perangkat keras sangat tebatas, paling tidak cara berbicara yg perlu divariasi. Alur presentasi perlu dijaga agar tetap fokus dengan menyatakan secara terus terang fokus pembahasan dan penyaji menaati bahan yang telah disiapkan dan memberi penjelasan singkat padat mengenai butir-butir inti. Etika dijaga dengan cara menghindari hal-hal yang dapat merugikan orang lain.
B.     Tata Cara dan Etika Presentasi Ilmiah
Presentasi ilmiah akan berhasil jika penyaji menaati tata cara yang lazim. Pertama, penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai. Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memeroleh bahan tertulis juga, baik bahan penuh berupa makalah maupun bahasan presentasi powerpoint. Kedua, penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia. Untuk itu penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleh moderator. Ketiga, penyaji menaati etika yang akan diuraikan di bawah.
Forum ilmiah merupakan wahana bagi ilmuwan dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu untuk saling asah otak dan hati, bertukar berbagai macam informasi akademik, baik sebagai hasil penelitian/percobaan guna menvapai perbaikan teori, teknik, dan/atau praktik. Dalam forum tersebut ada beberapa peran yang dimainkan oleh aktor yang berbeda: penyaji, pemandu (moderator), notulen, dan peserta serta teknisi.
Etika berkenaan dengan keyakinan dan prinsip mengenai mana yang benar dan mana yang salah danmana yang secara moral benar. Satu niali yang harus dipegang dalam menjaga etika adalah “menjaga perilaku agar tidak merugikan orang lain.” Kerugian mencakup kehilangan hak atau kesempatan, kehilangan muka, dan tersinggung perasannya. Hak dalam forum ilmiah meliputi hak berbicara, hak memertahankan pendapat, dan hak untuk mendapat pengakuan. Etika dalam forum ilmiah dijaga agar tujuan forum dapat tercapai dengan baik.
Butir lain yang perlu diperhatikan dalam hal etika adalah kejujuran. Dalam dunia ilmiah, kejujuran merupakan butir etis terpenting. Setiap orang wajib bersikap sangat terbuka dalam segala hal menyangkut informasi yang disajikan. Jika menyajikan data harus disebutkan apakah data tersebut hasil penelitian atau diambil dari sumber lain yang juga harus disebutkan lengkap sesuai dengan kelaziman dunia ilmiah. Khusus dalam hal subjek penelitian, kerahasiaan yang bersangkutan perlu dijaga sehingga penyaji tidak boleh menyebut nama subjek peneliti terkait.
Dalam forum ilmiah, selain ada penyaji pasti ada peseta, yang juga harus menjaga etika. Pertama, setiap peserta juga harus jujur pada dirinya sendiri. Artinya, dia akan bertanya apabila tidak tahu, akan mencari klarifikasi apabila masih bingung atau belum yakin, akan mengecek apakah pemahamannya sudah benar. Selain itu, setiap peserta wajib menghargai pendapat/gagasan orang lain dan hal ini mensyaratkan bahwa dia wajib menyimak apabila ada orang yang berbicara. Dengan selalu menyimak orang lain, dia akan bertindak secara tepat.
Terkait dengan perilaku bertanya untuk memperoleh klarifikasi atau informasi, satu kewajiban penanya adalah menyimak jawaban dari penyaji. Akan lebih bagus jika dia mengungkapkan apresiasi terhadap jawaban yang telah diberikan.
Jalannya forum banyak ditentukan oleh moderator sebagai pemandu. Etika yang harus dijaga adalah bahwa moderator harus adil dan taat jadwal. Persoalan yang diangkat perlu juga diperlakukan secara adil. Seorang moderator perlu mengingatkan peserta atas persoalan-persoalan yang penting untuk dibahas. Moderator harus menaati waktu yang telah ditetapkan. Pertama, moderator seyogyanya tidak terlalu banyak mengambil waktu untuk komentar yang tidak fungsional. Kedua, moderator harus mengatur waktu yang digunakan oleh semua pihak, baik oleh penyaji maupun peseta.
Semua hal yang terungkap dalam forum berjalan perlu dicatat secara rapi oleh notulen. Hasil catatan yang telah ditata ringkas sebaiknya dicetak dan dibagikan kepada semua orang yang terlibat. Hal ini memberikan kesempatan bagi pemilik gagasan/konsep untuk meluruskan jika ada hal yang kurang tepat.
Teknisi wajib memastikan bahwa peralatan teknologi yang digunakan bekerja dengan baik. Teknisi harus melakukan cek terakhir sebelum forum dimulai dan secara teratur mengatur dan mengintrol jalannya forum dari segi teknologi.
Satu hal yang harus dipegang oleh penyaji, moderator maupun peserta adalah kemampuan untuk mengapresiasi tampilan orang lain di depan umum secara proposional.
Referensi:
Ahyar, Anwar. 2011. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Indonesia. Makassar: Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. 

ST. AFLAHAH
1111040188


ST. AFLAHAH (1111040188)_TUGAS PIDATO


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ibu Dosen yang saya hormati dan teman-teman sekalian,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Televisi Terhadap Remaja”. Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan di dalam pidato hari ini, yakni pengaruh televisi terhadap remaja dari segi positif dan negatif.
Bila kita melihat secara umum pengaruh televisi terhadap remaja memang tampak sangat berguna dan bermakna karena media televisi ini merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan efisien, efektif dari segi penyampaian informasi dan efisien dari segi harga untuk memperoleh informasi tersebut. Dengan media televisi wawasan dan ilmu pengetahuan seorang remaja dapat berkembang dengan pesat sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Banyak hal positif yang dapat diambil dari adanya media televisi ini yakni diantaranya seperti, informasi mengenai berita terkini, ilmu pengetahuan umum, entertainmen/ hiburan, dan lain sebagainya.
Seorang remaja hendaknya selalu mengetahui informasi terkini yang terjadi didunia guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dari remaja itu sendiri, yang dapat ia gunakan untuk mengembangkan dirinya dimasa yang akan datang, karena dengan informasi manusia dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, sedangkan untuk bidang entertainment/ hiburan, hal ini tentu saja berfungsi untuk mengurangi rasa penat atau rasa bosan pada setiap orang didalam masa remajanya atau dalam masa-masa belajarnya, mengapa demikian? Karena setiap remaja yang sedang berkembang akan mengalami satu hal yang namanya ”bosan” dan hal ini perlu dicegah dengan kegiatan yang sifatnya menghibur/ refleksi yang dapat membuatnya selalu ”Fresh” dan berfikir positif, sehingga menjadikan ia selalu aktif dan kreatif.
Ibu Dosen yang saya hormati dan teman-teman sekalian,
Selain dari wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh remaja dari media televisi, keakraban antar keluarga akan tercipta sehingga membuat remaja merasa nyaman berada diantara keluarganya, karena keluarga juga merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan diri seorang remaja, selain hal itu orang tua juga dapat mendidik anak-anaknya dengan lebih mudah melalui media televisi dan orang tua tersebut lebih mudah memberikan pengarahan terhadap anak sehingga anak akan merasa tidak terbebani untuk memahami apa yang diinginkan oleh orangtuanya. Hal-hal tersebut merupakan salah satu yang dapat kita rasakan/ lihat dari segi positif dampak televisi terhadap remaja, tetapi selain itu banyak hal-hal negatif yang dapat terjadi jika remaja telah terpengaruh oleh televisi, diantaranya adalah malas, mencontoh hal-hal yang tidak baik/ negatif seperti cara bergaul, berbicara, berpenampilan, serta pribadinya.
Sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Titie Said, dunia pertelevisian kini terancam oleh unsur-unsur vulgarisme, kekerasan, dan pornografi (KR, 23/9-2003). Hal ini juga didukung oleh data dari Media Index-Nielsen Media Research pada tahun 2004 (Wirodono, 2006). Diperlihatkan bahwa penetrasi media televisi mencapai 90,7%, radio 39%, surat kabar 29,8%, majalah 22,4%, internet 8,8% dan bioskop 15%. Selain itu, terdapat fakta-fakta yang menarik dari hasil survey tersebut mengenai pertelevisian Indonesia yaitu:
  1. tahun 2002 jam tonton televisi anak-anak 10-15 jam/hari atau 1.560 – 1.820 jam/tahun, sedangkan jam belajar SD umumnya kurang dari 1.000jam/tahun.
  2. 85% acara televisi tidak aman untuk anak, karena banyak mengandung adegan kekerasan, seks dan mistis yang berlebihan dan terbuka.
  3. 40 % waktu tayang diisi iklan yang jumlahnya 1.200 iklan/minggu, jauh diatas rata-rata dunia 561 iklan/minggu.
Kesimpulannya bahwa, setiap hal yang ada didunia ini pasti memiliki aturan dan pandangan yang berbeda yakni, baik dan buruk, begitupun dengan media televisi, yang selayaknya digunakan untuk hal yang baik tetapi tetap saja memiliki dampak yang tidak baik bagi sebagian orang dan atau fungsinya. Maka dari itu peranan orang tua untuk mendidik anak (remaja) sangatlah penting serta kesadaran dari remaja itu sendiri haruslah tinggi dan bertanggung jawab atas apa yang hendak ia lakukan dengan bimbingan dan kegiatan-kegiatan positif yang dia lakukan selama dia berada di luar lingkungan keluarga.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

ST. AFLAHAH
1111040188

Selasa, 01 Mei 2012

Izzuddin Al-Jundi - 1111040193 (Pidato: Dampak Penggunaan Handphone Terhadap Pembentukan Karakter Remaja)


Assalamu ‘Alaikum W.R. W.B.
Yang terhormat,
Ibu dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia
Yang saya banggakan,
Teman-teman mahasiswa ICP Math. B
Pertama-tama, saya ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt karena berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nyalah kita dapat berkumpul di tempat ini.
Tak lupa pula saya kirimkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengangkat kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang-benderang.
Di era globalisasi sekarang ini, perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah pesat. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan ini, manusia telah berhasil menciptakan penemuan-penemuan baru yang dapat mempermudah manusia dalam segala hal. Penemuan-penemuan tersebut salah satunya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Penemuan-penemuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi dapat mempermudah manusia dalam berkomunikasi dan mencari informasi, contohnya adalah handphone.
Handphone merupakan alat komunikasi dan informasi yang lumrah digunakan di masyarakat. Handphone merupakan alat komunikasi yang hampir semua orang memilikinya. Namun, kemudahan dalam berkomunikasi dan mencari informasi justru dipersalahgunakan oleh sebagian besar orang terutama remaja.
Kita dapat melihat contoh nyata penyalahgunaan handphone dengan memperhatikan nada dering handphone tersebut. Remaja yang menggunakan handphone dengan cara yang positif dan bertanggung jawab, pasti nada panggil atau nada pesan masuk yang merupakan nada dering akan tetap diaktifkan atau tidak dimatikan. Hal ini dikarenakan mereka tidak perlu khawatir terhadap orang tuanya, karena mereka melakukan aktifitas yang positif dan bertanggung jawab terhadap handphone mereka. Sehingga mereka tidak perlu menyembunyikan nada dering handphone mereka.
Sebaliknya, remaja yang menggunakan handphone dengan cara yang negatif dan tidak bertanggung jawab pasti nada panggil dan nada pesan masuk yang merupakan nada dering akan dimatikan atau tidak diaktifkan dan diganti dengan getar yang diaktifkan sebagai pengganti nada dering. Hal ini dikarenakan mereka takut dan khawatir terhadap orang tuanya akan mengetahui bahwa mereka menggunakan handphone mereka dengan cara yang negatif dan tidak bertanggung jawab. Mereka akan berusaha untuk menyembunyikan aktifitas mereka yang negatif dan tidak bertanggung jawab tersebut dari orang tuanya. Remaja yang seperti ini secara tidak langsung telah belajar bagaimana membohongi dan menipu orang tua mereka. Selain itu, remaja seperti ini secara diam-diam melakukan komunikasi dengan menggunakan handphone baik itu melalui panggilan suara maupun mengirim atau  bertukar pesan singkat (SMS). Mereka akan melakukan aktifitas berkomunikasi terutama dalam bertukar pesan singkat (SMS) yang menyita, mengambil serta mengabaikan waktu belajar mereka dan digunakan untuk bertukar pesan singkat yang tak berguna. Hal ini akan membuat mereka menjadi malas belajar bahkan malas melakukan aktifitas selain menggunakan handphone. Mereka memegang buku pelajaran hanya sebatas formalitas belaka. Akibatnya suasana belajar terasa membosankan dan kemauan belajar tidak ada. Maka waktu untuk mengingat, memahami pelajaran, serta berlomba meraih prestasi adalah nomor yang kesekian, karena yang diutamakan adalah mengirim dan menerima SMS. Semua konsentrasi hanya tertuju pada SMS yang akan ditulis maupun yang akan diterima.
Karena mereka melakukan kegiatan bertukar pesan singkat secara berkelanjutan, maka dampak yang ditimbulkan juga berkelanjutan. Dampak nyata adalah remaja tersebut malas melakukan aktifitas, mulai dari mandi, makan, sampai belajar serta tidur. Dengan anak malas melakukan aktifitas positif serta malas melakukan aktifitas belajar, maka prestasinya jelas akan merosot dan tidak bisa meraih hasil yang ditargetkan atau dicita-citakan.
Jika aktifitas ini hanya dilakukan oleh satu remaja, maka dampaknya hanya ditanggung oleh remaja itu sendiri. Tatapi jika aktifitas bertukar SMS ini dilakukan banyak remaja dan mereka adalah tulang punggung negara dan bangsa, yang akan menjadi generasi pembangun negara ini, maka prestasi negara ini akan turun drastis.
Handphone telah membawa dampak negatif bagi karakter generasi muda Indonesia. Tanpa disadari, kualitas bangsa Indonesia akan menjadi terpuruk di mata dunia. Hari ini, kita perlu menaturalisasikan pemain sepak bola agar bisa berkewarganegaraan Indonesia dan membela tim nasional Indonesia. Bisa jadi di masa depan dengan kualitas bangsa yang terpuruk, kita juga harus menaturalisasi politisi dunia agar bisa menjadi pemimpin di negera yang tercinta ini.
Handphone diciptakan untuk mempermudah kerja manusia dalam berkomunikasi dan mencari informasi.Namun, di tangan penggunanya, umumnya handphone  disalahgunakan. Pada umumnya, pengguna handphone  hanya mencari kesenangan dalam menggunakan handphone .Benda seberat 3 ons ini telah menjelma sebagai sebuah alat yang begitu bermanfaat sekaligus sebagai alat penghancur bangsa.
Dalam menggunakan handphone , hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah waktu dan penggunaan sesuai fungsinya. Diperlukan pengaturan waktu yang tepat dalam penggunaan handphone  baik jam-jam tertentu penggunaannya maupun masa (durasi) penggunaannya. Menggunakan handphone, terutama dalam hal bertukar pesan singkat (SMS),  tidak dilakukan di waktu-waktu belajar dan tidak dilakukan dalam durasi waktu yang panjang sehingga tidak akan menyita, mengambil serta mengabaikan waktu belajar. Selain itu, dalam menggunakan handphone  harus digunakan seperlunya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Handphone  tidak digunakan secara berlebihan, karena bisa membawa dampak negatif bagi pengguna.
            Demikianlah pidato saya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.

Wassalamu’alaikum W.R. W.B.

IZZUDDIN AL-JUNDI
1111040193
ICP MATHEMATICS CLASS B