Cinta...?
Betul, cinta... Ini bukan artikel nyasar atau hanya sekedar hasil copy-paste tidak jelas. Judul di atas lengkapnya, "Cinta Bahasa Indonesia?"
Dalam tulisan singkat ini penulis hanya ingin memberikan opini pribadi.
Begini, betapa banyak artikel-artikel yang bertebaran di internet mengenai 'cinta bahasa Indonesia' membahas betapa pentingnya berbahasa indonesia secara 'penuh'. Yang saya maksudkan di sini, artikel artikel tersebut mengklaim bahwa bangsa indonesia kini, utamanya pemuda kurang mencintai bahasa indonesia. . .saya kurang setuju (ya, kurang bukan sepenuhnya) namun alasannya saya berikan belakangan.
Lihat saja blog ini, tugas pertama menulis artikel dengan tema 'Cinta Bahasa Indonesia' atau 'Sejarah Bahasa Indonesia'. Seratus persen teman-teman penulis yang mengangkat tema 'Cinta Bahasa Indonesia' mengambil sisi yang menuduh kurangnya kecintaan terhadap bahasa Indonesia. Saya skeptis...
Kita memang harus punya kecintaan terhadap bahasa kita sendiri, ya itu harus.... Namun kita juga tidak boleh menutup diri dalam era globalisasi sekarang. Dalam artikel yang (maaf, mungkin) ditulis oleh Nadzra, (dapat di cek di sini) ada paragraf ini:
Di Indonesia fenomena rendahnya kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia, terutama di kalangan cendekiawan. Dalam pidato para pejabat, termasuk Presiden SBY, sering kali terjadi dan lebih bangga dengan bahasa asing yang membuatnya terlihat hebat. Kita juga gemar mengambil alih kata bahasa Inggris dan menjadikannya kata dalam bahasa Indonesia. Mungkin karena malas atau karena gemar (fasih berbahasa Inggris). Padahal, ada kata padanan untuk kata-kata yang diserap itu.
Ayolah jangan naif, bukankah bahasa inggris memang bahasa internasional? Menggunakan bahasa inggris sebagai selipan dalam berbicara bukan berarti 'menghianati' bahasa indonesia. Sekali lagi, sekarang kita di era globalisasi, sadar? Kita butuh bahasa internasional. Itu adalah bagian dari pembiasaan untuk penguasaan. Faktanya, literatur-literatur yang berkualitas memang tersedia dalam bahasa inggris, ya beberapa sudah di translasikan, tepat sekali, hanya beberapa...
Lihat saja kelas kita ini, International Class Programme... Menurut anda tujuannya apa?
Jadi, berhentilah 'bertopeng' nasionalis dengan 'bedak' bahasa secara ekstrim.
Baiklah, "bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu." Iya memang betul, saya juga setuju, sangat setuju... Jadi apa? Bukankah itu sudah jelas?
Bukankah itu tidak memberikan larangan untuk mempelajari dan sekali-kali berbahasa asing?
Ada argumen?
Kita tetap menggunakan bahasa Indonesia tiap hari bukan?
Itu penjelasan singkat saya, mungkin kemudian para pembaca akan bertanya...
"Jadi menurut Muhammad Prayogi Al-Syah, cinta bahasa Indonesia itu manifestasinya bagaimana?"
Gunakan setiap hari, pelajari dengan baik...
Tapi sekali lagi, kita tetap butuh bahasa Internasional, setuju?
Referensi:-
Muh. Prayogi Al-Syah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar