Tampilkan postingan dengan label Erika Imaniar Amri - 1111040196. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Erika Imaniar Amri - 1111040196. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

Erika Imaniar Amri (1111040196) - Tugas Presentasi


Praktik Menulis Makalah 

Pemahaman terhadap konsep, jenis, dan sistematika makalah tidak menjamin mahasiswa dapat menulis makalah. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dilatih sejak dini dalam membuat artikel sederhana, bahkan mereka dapat diminta menulis apa yang cenderung mereka sukai seperti puisi. Setelah kegiatan ini dianggap sudah cukup, barulah mahasiswa diminta “berbelanja” pengetahuan, gagasan, dan teori dari artikel dan buku-buku yang dibacanya. Hasil “belanja” mereka perlu diikuti dengan kegiatan berikutnya, yaitu membuat laporan hasil membaca artikel atau bab dari sebuah buku seperti yang telah disajikan pada bagian terdahulu.

Sebelum menulis makalah, sebaiknya dibuat jenjang ide. Inti kegiatan ini adalah mengidentifikasi ide-ide pokok dan ide-ide penunjang. Jejaring ide bukan hanya berguna bagi penulis, melainkan juga bagi pembaca. Melalui jejaring ide, pembaca dapat mengikuti jalan pikiran penulis sehingga dapat menilai tulisan secara kritis. Alwasilah (2005:96) mengemukakan beberapa langkah membuat jejaring ide seperti berikut ini.
1 1.      Sebelum menulis, siapkan kertas dan alat tulis.
2 2.      Pikirkan ide-ide pokok yang paling penting untuk ditulis.
3 3.      Batasi maksimal lima ide pokok.
4 4.      Tulis ide pokok itu sesingkat mungkin dalam lingkaran-lingkaran.
5 5.      Hubungkan lingkaran-lingkaran itu dengan garis searah atau dua arah sesuai dengan pemikiran anda.
6 6. Gunakan pula garis patah-patah untuk menunjukkan hubungan tidak langsung. Visualisasi ide-ide ini sesungguhnya subjektif, bergantung pada penulis sendiri.
7 7.      Narasikan hubungan antara berbagai lingkaran itu.
Untuk mempermudah proses penulisan, jejaring di atas dapat disajikan dalam kerangka karangan.

Adapun teknik atau langkah-langkah penulisan makalah yaitu:
1). Menentukan atau memilih tema/topik makalah.
Ini merupakan langkah awal dalam membuat makalah. Tema diartikan sebagai pokok pikiran, sedangkan topik adalah pokok pembicaraan. Tanpa menentukan atau memilih tema, penulisan tidak akan terarah. Perlu dingat pada saat penentuan tema, tema haruslah bersifat khusus agar dalam penguraian nantinya, tema tidak menjadi terlalu luas dan bisa diuraikan secara mendalam. Contoh: tema “Kegiatan Mahasiswa” atau “Kaderisasi Kepemimpinan” merupakan tema yang masih sangat luas dan bersifat umum. Akan lebih baik jika tersebut dibatasi, misalnya, “Peranan Kegiatan Mahasiswa Guna Menciptakan Format Kepemimpinan Bangsa Masa Depan”.

2). Menyusun kerangka makalah.
Langkah ini digunakan untuk memudahkan pembuat makalah. Kerangka makalah ini nantinya dapat dituangkan ke dalam bentuk karangan menjadi kalimat-kalimat. Prosesnya adalah dengan menuliskan semua ide pokok yang berhubungan dengan tema/topik yang telah ditentukan.

3). Mengumpulkan bahan tulisan.
Langkah selanjutnya adalah dengan mengumpulkan bahan-bahan yang akan dijadikan data untuk memperkaya penulisan dalam membuat makalah. Untuk membuat makalah, bahan yang bisa digunakan berupa literatur-literatur pustaka atau hasil laporan lapangan.

4). Mengembangkan kerangka karangan/ide pokok menjadi kalimat.
Tujuan dari langkah ini adalah membuat susunan kalimat per kalimat sebagai pengembangan dari kerangka/ide pokok makalah. Susunan kalimat tersebut sedapat mungkin disesuaikan dengan kerangka baku yang sesuai dengan sistematika penulisan makalah.
Langkah-langkah praktis lain yang bisa digunakan dalam membuat makalah adalah sebagai berikut (Sudiati, 2003: 20-22): Pertama, penulis membuka komunikasi untuk menarik minat dan perhatian pembaca. Kedua, mulai mengarahkan gagasan atau ide makalah pada jalur dan orientasi yang sesungguhnya, yakni dengan mengemukakan pokok pembicaraan (topik) dan masalahnya. Ketiga, sesudah orientasi mantap, tinggal mengarahkan gagasan pokok makalah pada tujuan dan arah yang diinginkan. Keempat, memperkaya tulisan dengan data-data pendukung lain, baik opini, literatur dan hasil laporan. Langkah ini juga mempertautkan antara satu pendapat dengan pendapat lain yang mungkin bertentangan tanpa harus memihak.

Referensi:
Anwar Ahyar. 2011. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Indonesia. Makassar: Badan Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar

Senin, 26 Maret 2012

Erika Imaniar Amri - Tugas 4

Kisruh Naiknya Harga BBM
    Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Berbagai alasan  dikemukakan untuk membenarkan kebijakan ini. Salah satunya, bahwa BBM harus dinaikkan adalah untuk menyelamatkan ekonomi nasional. Sebab, apabila BBM tidak  dinaikkan, subsidi  akan terus membengkak, sehingga APBN akan terancam jebol. Juga karena harga minyak mentah dunia yang terus beranjak naik. Sekarang minyak mentah dunia mencapai 120 USD/barel. Sementara asumsi dalam APBN hanya 90 USD/barel. Jadi, pemerintah merasa harus menombok. Ini yang katanya membebani APBN.

    Menurut Menteri ESDM, Jero Wacik, menyatakan bahwa tahun  lalu,  tahun  2011,  ketika  kita menyusun APBN  2012  kita  perkirakan  harga  minyak  mentah Indonesia per barel US$ 90  atau Rp  792.000  (berdasarkan kurs 1 US$ = Rp 8.800). 1 barel sama dengan kira-kira 159 liter. Jadi ketika itu perkiraan kita  harga minyak mentah Indonesia  Rp 4.981 per liter. Itu harga minyak mentah. Dari  minyak  mentah  untuk dapat dijadikan bensin premium  dan untuk menyalurkannya sampai  ke  SPBU  (pompa  bensin) diperlukan  biaya  kira-kira  Rp 3.019  per  liter.  Jelaslah  bahwa  ketika  menyusun  APBN  2012  perkiraan  kita  harga  pokok  dan  biaya distribusi bensin premium adalah Rp 8.000 per liter. Agar tidak memberatkan rakyat Indonesia bensin Premium kita jual bukan dengan harga Rp 8.000 namun lebih murah yaitu Rp 4.500 perl liter. Artinya untuk setiap liter ada selisih harga sebesar Rp 3.500 yang ditanggung oleh Negara.

    Kita  perkirakan  jumlah  volume BBM Bersubsidi yang akan disalurkan adalah 40 juta kiloliter. Maka subsidi BBM, Bahan Bakar Nabati  dan  LPG  kita  perkirakan total sekitar Rp 123 trilyun. Sekedar catatan: subsidi listrik adalah sekitar Rp 45 trilyun dan total seluruh subsidi energi adalah sekitar Rp 208 trilyun. Dengan  meningkatnya  harga  minyak  mentah  kita  per barel dari US$ 90 menjadi,  kita perkirakan,  rata-rata  US$  105 (meningkat 16,66%) dan bahkan mungkin  masih  bisa  bergerak naik  lagi  lebih  tinggi maka  total subsidi    energi  itu  jika  tidak  dilakukan  perubahan  harga  BBM bisa menjadi  lebih  dari Rp  230 trilyun setahun.

    Kalau kita paksakan menda-nai  subsidi   Rp  230  trilyun  dari belanja negara 2012 yang totalnya adalah Rp 1.435 trilyun akan semakin berkurang kemampuan kita  untuk  membangun  sarana dan  keperluan  lain  yang  dibutuhkan  untuk mewujudkan  kesejahteraan  rakyat.  Maka  pada akhirnya  semakin  sulit  kita mewujudkan kesejahteraan rakyat  dan  memajukan  perekonomian negara kita.

    Dalam bulan Maret 2012 kita ketahui  bersama  harga  minyak di  dunia  terus meningkat naik. Awal Maret 2012 harga minyak mentah  Indonesia  sudah  mencapai  per  barel  US$    112  atau Rp  1.008.000  (berdasarkan kurs  1  US$  =  Rp  9.000),  atau Rp  6.340  per  liter.  Sekali  lagi, itu  adalah  harga  minyak  mentah  yang  belum  diolah menjadi bensin premium. Itulah  sebabnya  harga BBM Berubsidi  terpaksa  harus  kita naikkan  demi  kepentingan  kita bersama.

    Kebijakan pemerintah tersebut dianggap akan menyulitkan masyarakat karena naiknya harga BBM akan berdampak pada melonjaknya harga barang-barang pokok lainnya yang juga mengakibatkan bertambahnya angka kemiskinan.Hal ini senada dengan teori yang pernah disampaikan oleh Guy Standing bahwa kemiskinan dapat timbul dari(a) resiko-resiko akbat guncangan ekonomi seperti naiknya harga-harga, penyakit, kecelakaan, bencana alam; (b) kemampuan warga atau kelompok warga yang terbatas untuk memulihkan diri sesudah gangguan ekonomi.


    Ada dua hal yang bisa disodorkan kepada pemerintah menyikapi kenaikan harga BBM ini yaitu:


1.    Sebetulnya bisa saja harga BBM tidak dinaikkan, tapi harus mengurangi kuota BBM yang dikonsumsi. Secara logika, total biaya subsidi BBM yang harus ditanggung pemerintah adalah besarnya subsidi per liter dikalikan volume BBM yang dikonsumsi. Ketika pemerintah berencana mengurangi subsidi BBM, alangkah baiknya jika dengan cara menekan jumlah konsumsi BBM. Langkah kongkritnya adalah dengan menggalakkan sumber energi alternatif. Seperti kita tahu, konsumen BBM terbesar adalah sektor industri, apabila kebutuhan energinya bisa dikonversi ke batu bara, beban subsidi negara ini akan berkurang. Hal lain yang juga bisa dilakukan adalah meningkatkan pajak pertambahan nilai (PPn) dari kendaraan bermotor. Hal ini akan meningkatkan harga kendaraan bermotor akan naik dan berimplikasi pada jumlah pembelian bermotor akan berkiurang. Selain itu langkah ini juga akan meningkatkan pendapatan pemerintah dari sektor perpajakan. Namun, konsekuensi dari langkah ini adlaah pemerintah wajib menyediakan sarana public transportation yang nyaman dan murah, dalam hal ini adalah pemberian subsidi terhadap tarif transportasi massal, dan dalam pengelolaannya tidak diserahkan pada pihak swasta.


2.    Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak kilang minyak, namun pemerintah masih membeli minyaknya sendiri ke Pertamina dengan harga keekonomian ($80/barrel) namun dengan harga kerakyatan yang jauh lebih murah. Karena hasil bumi indonesia yang seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.


    Kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM juga memicu terjadinya unjuk rasa di berbagai daerah sebagai simbol penolakkan kenaikan harga BBM. Berbagai aksi yan digelar para demonstran dalam demo-nya, tak jarang unjuk rasa tersebut diwarnai dengan aksi anarkisme para demonstran. Kemacetan merupakan salah satu akibat aksi unjuk rasa yang sering terjadi. Para demonstran yang meblokir jalan, ataupun menggelar aksi anarkis mengakibatkan kemacetan panjang bagi para pengguna jalan. Mereka tidak menyadari bahwa kemacetan yang mereka timbulkan itu hanya akan mnyebabkan pemakaian BBM yang sia-sia (pemborosan energi), dan peningkatan polusi udara, bahkan dapat mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Hal ini sangat disayangkan, para demonstran yang menggelar aksi demo penolakkan harga kenaikan BBM malah menyebabkan hilangnya BBM dengan sia-sia. Bayangkan jika ada puluhan kendaraan yang terjebak macet pada saat itu, berapa liter BBM yang terbuang dengan sia-sia akibat kemacetan tersebut.

     Salah satu contoh aksi demonstrasi penolakkan kenaikan BBM yang anarkis yakni yang terjadi di Makassar oleh ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang terlibat bentrok dengan polisi dan juga merusak pintu gerbang kampus. Mereka juga membakar sebuah mobil pengangkut minuman yang kebetulan melintas di tempat terjadinya demo tersebut. Tidak seharunya aksi bentuk protes atau unjuk rasa berubah menjadi aksi anarkis yang merusak, apalagi tindakan melawan hukum dan inkonstitusional. Apalagi jika sampai menggelar aksi penghentian mobil tangki BBM, pemblokiran jalan, penghentian paksa serta pembakaran  mobil dinas, dan aksi merusak kepentingan umum yang lain. Oleh karenanya, para demonstran diingatkan supaya menjaga ketentraman pengguna jalan agar tidak merugikan kepentingan rakyat juga. Kita boleh saja menggelar aksi unjuk rasa dan secara hukum aksi unjuk rasa itu merupakan perwujudan demokrasi rakyat dan dibenarkan dalam undang-undang. Namun aksi unjuk rasa itu harus dilakukan secara damai, tertib, santun dan tidak merusak fasilitas umum maupun kelancaran lalu lintas untuk menghindarikontak fisik yang dapat merugikan kepentingan rakyat juga.

 Erika Imaniar Amri
1111040196

Senin, 19 Maret 2012

Erika Imaniar Amri - Tugas 3


Aktif di Usia Tua, Memperpanjang Usia

     Para manusia lanjut usia (Manula) yang rajin bergerak atau hanya sekadar naik-turun tangga memiliki angka harapan hidup lebih tinggi dibandingkan dengan Manula yang hanya bermalas-malasan. Demikian hasil penelitian yang dilakukan terhadap 302 orang berusia 70 sampai 80 tahun. Meski tak melakukan olahraga secara rutin, namun mereka kerap melakukan aktivitas ringan. Diketahui, ternyata mereka memiliki usia lebih panjang dibandingkan mereka yang tak pernah melakukan aktivitas sama sekali.

     "Pesan yang hendak kami sampaikan adalah bahwa bagi para Manula hendaknya jangan hanya bermalas-malasan menikmati hari tua. Sebaliknya, Anda justru harus rajin melakukan aktivitas. Aktivitas yang dilakukan tak selalu berasal dari olahraga, melainkan cukup dari kegiatan sehari-hari seperti menyapu atau naik-turun tangga," pesan Ketua Tim Peneliti dari National Institute on Aging di Bethesda, Todd Manini.

     Diantara 30 partisipan yang menghabiskan energi, risiko meninggal dunia akibat sakit selama enam tahun penelitian hanya 12%. Sementara mereka yang sama sekali tak pernah beraktivitas, risiko kematian meningkat menjadi 25%.

     Meskipun penelitian tidak menunjukkan secara spesifik mengapa aktivitas harian bisa mengurangi risiko kematian, namun Manini menduga bahwa aktivitas apapun dapat mencegah berbagai macam penyakit, mulai dari jantung sampai ke kanker.

     Selain itu, para peneliti juga meminta para partisipan untuk meminum air yang memungkinkan tim peneliti untuk mengukur kadar karbondioksida dalam urin mereka. Karbondioksida ini dilepaskan oleh tubuh pada saat melakukan aktivitas fisik. Aktivitas yang dilakukan para partisipan sangat beragam. Ada yang bekerja untuk memperoleh uang, menjadi sukarelawan atau hanya sekadar naik-turun tangga.

     Penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas fisik yang kadang terasa melelahkan, ternyata justru bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Daripada Anda menghabiskan masa tua dengan bermalas-malasan atau berkeluh-kesah saja, tak ada salahnya bila melakukan aktivitas yang bisa membuat tubuh Anda tetap bugar.

Erika Imaniar Amri
1111040196

Selasa, 13 Maret 2012

Erika Imaniar Amri - Tugas 2

1.    Apa yang dimaksud dengan bahasa Indonesia ragam ilmiah ?
Jawab: Bahasa Indonesia ragam ilmiah merupakan salah satu bahasa indonesia yang digunakan dalam menulis karya ilmiah. Bahasa ragam ilmiah merupakan ragam bahasa berdasarkan pengelompokkan menurut jenis pemakaiannya dalam bidang kegiatan sesuai dengan sifat keilmuannya. Bahasa Indonesia harus memenuhi syarat diantaranya benar (sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku), logis, cermat dan sistematis. Sebagai bahasa yang digunakan untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari keempatnya, bahasa Indonesia diharapkan bisa menjadi media yang efektif untuk komunikasi ilmiah, baik secara tertulis maupun lisan. Karakteristik bahasa Indonesia ragam ilmiah yaitu cendekia, lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentaris, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat dan konsisten.

2.    Jelaskan kriteria bahasa indonesia ragam ilmiah berikut ini !
a. cendekia
b. lugas dan jelas
c. menghindari kalimat fragmentaris
d. bertolak dari gagasan
e. formal dan objektif
f. ringkas dan padat
g. konsisten
Jawab:
a. Cendekia artinya bahasa Indonesia itu mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis. Bahasa yang cendekia mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama sehingga gagasan yang disampaikan penulis dapat diterima secara tepat oleh pembaca. Kalimat-kalimat yang digunakan mencerminkan ketelitian yang objektif sehingga suku-suku kalimatnya mirip dengan proposisi logika.
Contohnya:  Dalam era globalisasi ini, jati diri bahasa Indonesia perlu dibina oleh setiap warga negara Indonesia agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh budaya asing.

b. Lugas dan jelas artinya bahasa Indonesia mampu menyampaikan gagasan ilmiah secara jelas dan tepat. Untuk itu, setiap gagasan hendaknya diungkapkan secara langsung sehingga makna yang ditimbulkan oleh pengungkapan itu adalah makna lugas. Dengan  paparan yang lugas kesalahpahaman dan kesalahan menafsirkan isi kalimat akan terhindarkan.
Contoh:
Krisis identitas dan jati diri dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa nasionalisme sebagian generasi muda Indonesia.
c. Menghindari kalimat fragmentaris artinya bahasa Indonesia berusaha untuk membentuk suatu kalimat yang memiliki satu gagasan utuh dan saling terkait antara kalimat-kalimat lain dalam suatu paragraf. Paragraf yang digunakan dalam artikel  ilmiah memiliki tiga persyaratan: (1) kesatuan, (2) kesistematisan dan kelengkapan, dan (3) kepaduan. Suatu paragraf dinyatakan memenuhi syarat keutuhan apabila paragraf itu hanya mengadung satu gagasan pokok.
Contoh:
    Hidup Paula Cooper, seorang napi, kini benar-benar di ujung kursi listrik. Kamis dua pekan lalu, napi gadis remaja yang berasal dari Indiana Amerika Serikat itu masih dipertimbangkan oleh  Mahkamah Agung Indiana. Hari ini mahkamah agung akan mendengarkan kembali keterangan Paula pada pengadilan banding. Kalau putusan hakim dikukuhkan mahkamah agung, Paula Cooper akan memegang rekor sebagai perempuan termuda yang dihukum mati di Amerika Serikat. 

d. Bertolak dari gagasan artinya penonjolan diadakan pada gagasan atau hal yang diungkapkan dan tidak pada penulis.
Contoh:
(a)  Dari pembahasan tadi penulis dapat menyimpulkan membina jiwa bahasa indonesia kepada setiap warga Indonesia sangat penting.
(b)  Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa membina jiwa bahasa indonesia kepada setiap warga Indonesia sangat penting.
 Contoh kalimat (a) beroriantasi pada penulis. Hal itu tampak pada pemilihan kata penulis (yang menjadi sentral) pada kalimat tersebut. Contoh (b) berorientasi pada gagasan dengan  menyembunyikan kehadiran penulis. Untuk menghindari hadirnya pelaku dalam paparan, disarankan menggunakan kalimat pasif. Orientasi pelaku yang bukan penulis yang tidak berorientasi pada gagasan juga perlu  dihindari. Oleh sebab  itu, paparan yang melibatkan pembaca dalam kalimat perlu  dihindari.

e. Formal dan objektif artinya bahasa Indonesia memilih kosa kata yang formal dan kelimat-kalimat yang dibentuk memiliki unsur yang lengkap.
Contoh: Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

f. Ringkas dan padat artinya dalam bahasa Indonesia tidak ada penggunaan kata yang sia-sia. Ciri padat merujuk pada kandungan gagasan yang diungkapkan dengan  unsur-unsur bahasa itu. Karena  itu, jika gagasan yang terungkap, sudah mamadai dengan  unsur bahasa yang terbatas tanpa pamborosan, ciri kepadatan sudah terpanuhi. Dengan demikian, ciri ringkas dan padat tidak dapat dipisahkan.
(a)  Nilai etis di atas menjadi pedoman bagi setiap  warga negara Indonesia.
(b)  Nilai etis sebagaimana tersebut pada paparan di atas menjadi pedoman dan dasar pegangan hidup dan kehidupan bagi setiap warga negara Indonesia.
Contoh (a) termasuk bahasa ilmiah yang ringkas dan padat, sedangkan contoh (b) adalah bahasa yang tidak ringkas. Hadirnya kata sebagaimana tersebut pada paparan dan kata dan dasar pegangan hidup dan kehidupan pada kalimat (b) tidak memberi tambahan makna yang berarti. Dengan  demikian,  hadirnya kata-kata tersebut mubazir. 

g. Konsisten artinya bahasa Indonesia konsisten dalam penggunaan unsur bahasa, tanda baca dan tanda-tanda lain. Unsur bahasa dan ejaan dalam bahasa tulis ilmiah digunakan secara konsisten. Sekali sebuah unsur bahasa, tanda baca, tanda-tanda lain, dan istilah digunakan sesuai dengan  kaidah, itu semua selanjutnya digunakan secara konsisten. Sebagai contoh, kata tugas untuk digunakan untuk mengantarkan tujuan dan kata tugas bagi mengantarkan objek (Suparno, 1998). Selain itu, apabila pada bagian awal uraian telah terdapat singkatan SMP (Sekolah Menengah Pertama), pada uraian selanjutnya digunakan singkatan SMP tersebut.
Contoh:
(a)   Perlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting bagi muslim Bosnia. Bagi mereka yang penting adalah peneabutan embargo persenjataan.
(b)  Perlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting bagi muslim Bosnia. Untuk mereka yang penting adalah peneabutan embargo persenjataan.
Contoh (b) tidak konsisten dengan  kaidah yang berlaku. Sementara itu, contoh yang konsisten adalah contoh (a).

3.    Jelaskan perbedaan ragam resmi dan ragam tidak resmi?
Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dilambangakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakaiannya. Sebagai kerangka rujukan, ragam resmi berisi rujukan yang menentukan benar tidaknya pemakaian bahasa, baik ragam lisan maupun ragam tulisan.
Ragam bahasa baku dapat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a.    Penggunaan Kaidah Tata Bahasa
b.    Penggunaan Kata-Kata Baku
c.    Penggunaan Ejaan Resmi Dalam Ragam Tulisan
d.   Penggunaan Lafal Baku Dalam Ragam Lisan
e.    Penggunaan Kalimat Secara Efektif
Sedangkan ragam tidak resmi selalu ada kecenderungan untuk menyalahi norma/kaidah bahasa yang berlaku. Ragam resmi digunakan pada komunikasi resmi dan situasi resmi (formal) seperti surat-menyurat resmi, karya ilmiah, ceramah, pidato, perkuliahan, dan sebagainya. Sedangkan ragam tidak resmi digunakan pada situasi tidak resmi (informal) seperti situasi dalam rumah, di pinggir jalan, di pasar, dan sebagainya.

Referensi:
Anshari, Abdullah, dkk. 2011. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Indonesia. Makassar: Badan Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar.
http://somasalims.blogspot.com/2011/03/bahasa-indonesia-ragam-ilmiah.html
http://daudp65.byethost4.com/mki/mki1.html

Erika Imaniar Amri
1111040196

Selasa, 06 Maret 2012

Erika Imaniar Amri - Tugas 1

Bangga Berbahasa Indonesia

     Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi dan bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia haruslah menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia serta menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. Namun dewasa ini banyak masyarakat terutama para pemuda lebih menggunakan bahasa mereka sendiri atau biasa disebut dengan bahasa ‘gaul’. Dan juga banyak diantara mereka yang lebih bangga menggunakan bahasa asing sebagai bahasa keseharian mereka. Padahal, bahasa Idonesia merupakan bahasa dari negeri sendiri yang seharusnya paling dibanggakan dibanding bahasa yang lain. Sebagian pemuda berpendapat bahwa bahasa Indonesia kurang  menarik dan monoton. Sungguh miris melihat para pemuda kini tidak lagi bersemangat untuk mempelajari dan menggunakan bahasa nasional kita seperti halnya semangat pemuda sebelum kemerdekaan. Dahulu para pemuda Indonesia berjuang begitu keras mempersatukan Indonesia hingga pada akhirnya melahirkan sumpah setia para pemuda yakni sumpah pemuda. Salah satu isi butir sumpah tersebut adalah seluruh pemuda Indonesia bersumpah untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia yang akan menjadi bahasa seluruh warga Negara Indonesia dan yang akan mempersatukan bangsa Indonesia.

    Salah satu fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai lambang kebanggaan dan lambang harga diri bangsa Indonesia. Dengan fungsi ini bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya, nilai-nilai harga diri dan martabat bangsa, dan falsafah hidup yang menempatkan bangsa Indonesia dalam kedudukan yang sama dan sederajat dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

    Dalam dunia kependidikan juga, bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar kependidikan pada semua jenis dan jenjang kependidikan dapat dibanggakan. Bahasa Indonesia telah membuktikan kemampuannya bukan sekadar sebagai bahasa pengantar kependidikan di tingkat lembaga kependidikan dasar dan menengah, tetapi juga sebagai sarana penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi serta sarana alih pengetahuan dan alih teknologi di tingkat lembaga kependidikan tinggi. Fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana pengembangan dan pemasyarakatan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut perhatian khusus karena kepesatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kedinamisan bahasa Indonesia terutama dalam kaitan dengan pengembangan tata istilah keilmuan.

    Bahasa Indonesia juga mulai di pelajari oleh bangsa lain. Menurut Andri Hadi Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri ada 45 negara yg mempelajari bahasa Indonesia yakni Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan sebagainya. Ia juga menjelaskan jika bahasa Indonesia menjadi bahasa popular keempat di Australia. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia di sana. Bahkan anak-anak murid kelas 6 sekolah dasar di sana sudah mahir berbahasa Indonesia. Alasan warga Negara Australia mempelajari bahasa Indonesia adalah karena mereka tertarik dengan budaya bangsa Indonesia dan ingin memperdalam pengetahuan akan Indoensia dengan mempelajari bahasa Indonesia. Sungguh membanggakan, bahasa kita ternyata dikagumi bangsa selain bangsa Indonesia. Dengan begini bukan mustahil jika bahasa Indonesia kelak mampu menjadi bahasa Internasional menggantikan bahasa Inggris. Bahasa Indonesia sebagai lambang jati diri bangsa yang akan menampakkan ciri khas sekaligus membedakan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain di dunia. Berbahasa Indonesia yang benar termasuk modal pembangun bangsa dimata dunia.

    Kesiapan dan peran nyata bahasa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara memerlukan pemantapan rasa kecintaan dan rasa kebanggaan memiliki bahasa Indonesia. Rasa kebanggaan memiliki bahasa Indonesia terikat erat dengan pencerminan dan perwujudan cinta tanah air, cinta budaya Indonesia, serta cinta terhadap keseluruhan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat dan berbangsa Indonesia. Maka dari itu kita sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya cinta dan bangga berbahasa Indonesia.

    Bangsa yang besar adalah bangsa dan rakyatnya dapat menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsanya,serta keanekaragaman budaya berbagai suku dan yang penting adalah menjunjung tinggi bahasa persatuan “bahasa Indonesia”.

Referensi:
http://forum.tempo.co/showthread.php?1203-Keunikan-Bahasa-Indonesia
http://unnes.ac.id/gagasan/mengukuhkan-bahasa-indonesia/
http://fajrul-mutaqin.blogspot.com/2011/09/aku-bangga-dengan-bahasa-indonesia.html




Erika Imaniar Amri (1111040196)
Matematika ICP 2011 (B)