Tampilkan postingan dengan label Izzuddin Al-Jundi - 1111040193. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Izzuddin Al-Jundi - 1111040193. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

Izzuddin Al-Jundi - 1111040193 (Pidato: Dampak Penggunaan Handphone Terhadap Pembentukan Karakter Remaja)


Assalamu ‘Alaikum W.R. W.B.
Yang terhormat,
Ibu dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia
Yang saya banggakan,
Teman-teman mahasiswa ICP Math. B
Pertama-tama, saya ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt karena berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nyalah kita dapat berkumpul di tempat ini.
Tak lupa pula saya kirimkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengangkat kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang-benderang.
Di era globalisasi sekarang ini, perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah pesat. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan ini, manusia telah berhasil menciptakan penemuan-penemuan baru yang dapat mempermudah manusia dalam segala hal. Penemuan-penemuan tersebut salah satunya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Penemuan-penemuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi dapat mempermudah manusia dalam berkomunikasi dan mencari informasi, contohnya adalah handphone.
Handphone merupakan alat komunikasi dan informasi yang lumrah digunakan di masyarakat. Handphone merupakan alat komunikasi yang hampir semua orang memilikinya. Namun, kemudahan dalam berkomunikasi dan mencari informasi justru dipersalahgunakan oleh sebagian besar orang terutama remaja.
Kita dapat melihat contoh nyata penyalahgunaan handphone dengan memperhatikan nada dering handphone tersebut. Remaja yang menggunakan handphone dengan cara yang positif dan bertanggung jawab, pasti nada panggil atau nada pesan masuk yang merupakan nada dering akan tetap diaktifkan atau tidak dimatikan. Hal ini dikarenakan mereka tidak perlu khawatir terhadap orang tuanya, karena mereka melakukan aktifitas yang positif dan bertanggung jawab terhadap handphone mereka. Sehingga mereka tidak perlu menyembunyikan nada dering handphone mereka.
Sebaliknya, remaja yang menggunakan handphone dengan cara yang negatif dan tidak bertanggung jawab pasti nada panggil dan nada pesan masuk yang merupakan nada dering akan dimatikan atau tidak diaktifkan dan diganti dengan getar yang diaktifkan sebagai pengganti nada dering. Hal ini dikarenakan mereka takut dan khawatir terhadap orang tuanya akan mengetahui bahwa mereka menggunakan handphone mereka dengan cara yang negatif dan tidak bertanggung jawab. Mereka akan berusaha untuk menyembunyikan aktifitas mereka yang negatif dan tidak bertanggung jawab tersebut dari orang tuanya. Remaja yang seperti ini secara tidak langsung telah belajar bagaimana membohongi dan menipu orang tua mereka. Selain itu, remaja seperti ini secara diam-diam melakukan komunikasi dengan menggunakan handphone baik itu melalui panggilan suara maupun mengirim atau  bertukar pesan singkat (SMS). Mereka akan melakukan aktifitas berkomunikasi terutama dalam bertukar pesan singkat (SMS) yang menyita, mengambil serta mengabaikan waktu belajar mereka dan digunakan untuk bertukar pesan singkat yang tak berguna. Hal ini akan membuat mereka menjadi malas belajar bahkan malas melakukan aktifitas selain menggunakan handphone. Mereka memegang buku pelajaran hanya sebatas formalitas belaka. Akibatnya suasana belajar terasa membosankan dan kemauan belajar tidak ada. Maka waktu untuk mengingat, memahami pelajaran, serta berlomba meraih prestasi adalah nomor yang kesekian, karena yang diutamakan adalah mengirim dan menerima SMS. Semua konsentrasi hanya tertuju pada SMS yang akan ditulis maupun yang akan diterima.
Karena mereka melakukan kegiatan bertukar pesan singkat secara berkelanjutan, maka dampak yang ditimbulkan juga berkelanjutan. Dampak nyata adalah remaja tersebut malas melakukan aktifitas, mulai dari mandi, makan, sampai belajar serta tidur. Dengan anak malas melakukan aktifitas positif serta malas melakukan aktifitas belajar, maka prestasinya jelas akan merosot dan tidak bisa meraih hasil yang ditargetkan atau dicita-citakan.
Jika aktifitas ini hanya dilakukan oleh satu remaja, maka dampaknya hanya ditanggung oleh remaja itu sendiri. Tatapi jika aktifitas bertukar SMS ini dilakukan banyak remaja dan mereka adalah tulang punggung negara dan bangsa, yang akan menjadi generasi pembangun negara ini, maka prestasi negara ini akan turun drastis.
Handphone telah membawa dampak negatif bagi karakter generasi muda Indonesia. Tanpa disadari, kualitas bangsa Indonesia akan menjadi terpuruk di mata dunia. Hari ini, kita perlu menaturalisasikan pemain sepak bola agar bisa berkewarganegaraan Indonesia dan membela tim nasional Indonesia. Bisa jadi di masa depan dengan kualitas bangsa yang terpuruk, kita juga harus menaturalisasi politisi dunia agar bisa menjadi pemimpin di negera yang tercinta ini.
Handphone diciptakan untuk mempermudah kerja manusia dalam berkomunikasi dan mencari informasi.Namun, di tangan penggunanya, umumnya handphone  disalahgunakan. Pada umumnya, pengguna handphone  hanya mencari kesenangan dalam menggunakan handphone .Benda seberat 3 ons ini telah menjelma sebagai sebuah alat yang begitu bermanfaat sekaligus sebagai alat penghancur bangsa.
Dalam menggunakan handphone , hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah waktu dan penggunaan sesuai fungsinya. Diperlukan pengaturan waktu yang tepat dalam penggunaan handphone  baik jam-jam tertentu penggunaannya maupun masa (durasi) penggunaannya. Menggunakan handphone, terutama dalam hal bertukar pesan singkat (SMS),  tidak dilakukan di waktu-waktu belajar dan tidak dilakukan dalam durasi waktu yang panjang sehingga tidak akan menyita, mengambil serta mengabaikan waktu belajar. Selain itu, dalam menggunakan handphone  harus digunakan seperlunya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Handphone  tidak digunakan secara berlebihan, karena bisa membawa dampak negatif bagi pengguna.
            Demikianlah pidato saya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.

Wassalamu’alaikum W.R. W.B.

IZZUDDIN AL-JUNDI
1111040193
ICP MATHEMATICS CLASS B

Selasa, 17 April 2012

PAPER MENULIS LAPORAN


MENULIS LAPORAN
Kegiatan penulisan laporan, baik secara lisan maupun tertulis, erat sekali hubungannya dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat, dalam perkuliahan, dunia organisasi, dan lingkungan yang lain. Kegiatan ini bukan hanya merupakan kepentingan kaum dewasa melainkan juga merupakan kepentingan kaum remaja, pelajar, dan mahasiswa. Oleh karena itu, mereka perlu memahami dan menguasai cara menyusun laporan agar mampu menjalankan fungsi sosial dalam berinteraksi dengan lingkungan masyarakat.
Berdasarkan pemikiran tersebut, berikut ini diuraikan pengertian dan jenis laporan, sistematika laporan, menulis laporan, menyunting laporan, dan merevisi laporan. Oleh karena pembahasan tentang laporan relatif luas, uraian berikut ini difokuskan pada jenis laporan tertulis yang erat kaitannya dengan kehidupan akademik di kampus agar memberikan kontribusi bagi mahasiswa dalam menunjang kelancaran studinya.
1.    Pengertian dan Jenis Laporan
Laporan berarti segala sesuatu yang dilaporkan oleh pihak tertentu kepada pihak lain mengenai suatu masalah, baik secara lisan dan tertulis, dan baik dalam waktu tertentu secara rutin maupun dalam waktu tertentu saja. Pengertian ini menunjukkan unsur keilmiahan dalam penyusunan laporan.
Di samping itu, pengertian di atas telah memperlihatkan cakupan jenis laporan yang demikian luas. Jenis laporan dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Pertama, dilihat dari segi isi atau materi yang dilaporkan, misalnya laporan penelitian, laporan keuangan dan laporan penghasilan. Kedua, dilihat dari waktu pelaporannya yang priodik, misalnya jenis laporan tahunan, triwulan, laporan semester, laporan bulanan, dan laporan mingguan. Ketiga, dilihat dari cara menyampaikan laporan, laporan dibagi menjadi dua jenis, yaitu laporan lisan dan laporan tertulis. Keempat, dilihat dari bentuk pelaksanaan suatu kegiatan, kita mengenal jenis laporan kegiatan tertentu seperti laporan kegiatan tertentu seperti laporan kegiatan peringatan reuni, laporan peringatan hari kemerdakaan RI, dan laporan kegiatan wisuda. Kelima, dalam kehidupan akademik diperguruan tinggi terdapat jenis-jenis laporan yang berkaitan dengan tugas perkuliahan, seperti laporan buku, laporan bab, laporan kuliah lapangan, dan laporan artikel jurnal.
Di samping jenis-jenis di atas, terdapat pula jenis laporan yang dikenal pada lingkungan organisasi atau institusi lain.
Jenis-jenis laporan di atas dapat didefenisikan dengan mengacu pada pengertian umum yang disajikan di atas dan dengan mempertimbangkan isi, waktu, cara, dan bentuk laporan seperti lingkungannya.
Agar pihak penerima laporan dapat memahami isi laporan dengan mudah, cepat, dan benar, laporan hendaknya disusun berdasarkan sistematika tertentu seperti disajikan berikut ini.
2.    Sistematika Laporan
Variasi laporan yang dikemukakan di atas berimplikasi terhadap sistmatika penulisan. Sekaitan dengan sistematika laporan kegiatan, khususnya laporan pengabdian kepada masyarakat, Abdurrahman (1986: 176) mengemukakan bahwa laporan itu terdiri atas judul laporan, penyusunan laporan, kata pengantar, ringkasan, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan ilustrasi, pendahuluan, pelaksanaan kegiatan, hasil kegiatan, kesimpulan dan saran, daftar pustaka, dan lampiran-lampiran.
Laporan buku, bab, dan artikel terdiri atas komponen (a) pendahuluan, (b) isi buku, bab, asrtikel, (c) komentar, dan (d) kesimpulan (UPI, 2005: 11).
Adapun laporan penelitian dalam bentuk skripsi, tesis, dan disertasi terdiri atas kompunen judul, nama dan kedudukan tim pembimbing (lembar pengesahan), pernyataan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, bab I pendahuluan, bab II kajian pustaka, bab III metode penilitian, bab IV pembahasan hasil-hasil penelitian, bab V kesimpulan dan rekomendasi, daftar pustaka, lampiran-lampiran, dan riwayat hidup penulis (UPI, 2005: 140).
Perbedaan sistematika terjadi karena keragaman isi, waktu, bentuk, dan lingkungan laporan. Varian sistematika di atas tidak akan diuraikan di sini karena akan menyita halaman halaman yang banyak. Oleh karena itu, uraian sistematika difokuskan pada bentuk laporan yang umum agar para mahasiswa dapat memanfaatkan secara luas untuk berbagi kepentingan.
Secara umum, laporan terdiri atas beberapa komponen sebagai berikut.
a.    Identitas laporan. Bagian ini memuat judul, penyusun, dan kata pengantar.
b.    Ringkasan. Nama lain dari bagian ini adalah abstrak atau ringkasan eksekutif, yang memuat identitas kegiatan, waktu, masalah, metode, hasil, dan rekomendasi.
c.    Daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar ilustrasi. Tiga komponen  yang terakhir disebutkan hanya disajikan apabila laporan itu memuat tabel, gambar, dan ilustrasi.
d.   Pendahuluan. Bagian ini memuat aspek-aspek yang diusulkan dalam proposal kegiatan.
e.    Landasan teoritis atau uraian tentang suatu kebijakan. Jika laporan itu merupakan laporan ilmiah, bagian ini disebut landasan teoritis. Apabila laporan itu berupa kegiatan, bagian ini memuat uraian tentang suatu kebijakan.
f.     Metode atau pelaksanaan kegiatan. Bagian ini menguraikan mekanisme dan prosedur penelitian atau kegiatan itu dilaksanakan.
g.    Hasil kegiatan
h.    Kasimpulan dan saran, atau rekomendasi, atau tindak lanjut.
i.      Daftar pustaka.
j.      Lampiran-lampiran.
Pada umumnya suatu institusi atau proyek memiliki sistematika laporan yang harus diikuti oleh unit-unit atau khlayak yang ada di bawah institusi tersebut. Dalam konteks ini, sistematika itulah yang perlu diikuti oleh penyusun laporan.

Izzuddin Al-Jundi
1111040193
ICP Math B

Selasa, 27 Maret 2012

Izzuddin Al-Jundi (1111040193) - Tugas 4



POLEMIK KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)
Pada 1 april 2012 mendatang, pemerintah Republik Indonesia berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak. Wacana ini telah dibahas oleh anggota Badan Anggaran DPR RI dengan 2 opsi, yaitu menaikkan harga BBM dengan kenaikan Rp 500, Rp 1.000, atau Rp 1.500, sedangkan opsi kedua adalah tidak menaikkan harga BBM, namun pemerintah harus menanggung subsidi BBM yang aakan memberatkan APBN.
Namun, kenaikan BBM belum ditetapkan tetapi sudah banyak demonstrasi-demonstrasi menolak kenaikan harga BBM telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Demonstrasi-demonstrasi ini pada umumnya melibatkan mahasiswa, buruh dan kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Tidak jarang demonstrasi-demonstrasi ini menjadi suatu bentuk anarkis.
DPR RI telah membahas masalah kenaikan harga BBM pada rapat badan anggaran DPR RI. Namun, hanya PDIP, Gerindra, dan Hanura yang menyatakan penolakannya terhadap kenaikan harga BBM. Sedangkan PKS memilih untuk bersikap “abu-abu”.
Penentuan kenaikan harga BBM akan ditentukan pada rapat paripurna DPR RI. Jika, melihat peta kekuatan koalisi partai politik di DPR RI, maka hampir dipastikan bahwa harga BBM akan mengalami kenaikan.
Anggota DPR dan seluruh pelaku ekonomi usaha dan perbankan serta pakar perminyakan nasional diminta menjelaskan secara jantan untuk memberikan penerangan kepada publik bahwa satu-satunya jalan menyelamatkan bangsa adalah dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Inggrid Kansil, politisi Partai demikrat, mengatakan bahwa para anggota DPR, pengamat serta pelaku ekonomi, usaha dan perbankan, pemerhati dunia perminyakan nasional dan internasional yang berkebangsaan Indonesia dan merasa berbangsa Indonesia yang mengetahui dasar kenaikan harga BBM, agar bersedia menjelaskan kepada masyarakat bahwa tidak ada jalan lain selain menaikkan harga BBM.
Inggrid mengatakan kepada pihak-pihak yang mengerti akan permasalahan BBM agar tidak menjadi komprador yang memutarbalikkan opini dengan sumber data fiktif yang tidak bertanggung jawab.
Timbulnya berbagai reaksi berbagai kalangan di daerah terhadap kenaikan harga BBM, merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun, juga sebagai rakyat Indonesia harus berpacu pada data dan fakta yang terpampang di mata publik perihal pemicu kenaikan tersebut.
Diketahui bersama semua negara di dunia mengalami imbas dari naiknya minyak dunia, jika kita membandingkan dengan Irak atau Venezuela yang sangat murah harga minyaknya itu jelas karena mereka memiliki sumber minyak yang melimpah dengan kondisi jumlah rakyat yang tidak sebanyak negara kita. Dimana Indonesia jumlah penduluk lebih dari 240 juta jiwa dengan sumber daya energi yang bervariatif.
Anggota Komisi VIII DPR ini menambahkan secara langsung melakukan pembohongan publik yang menyatakan bahwa perintah meraup untung dari kenaikan BBM.
"Kami mengajak untuk mampu membuktikannya serta memberikan pembuktian terbalik. Semoga kita rakyat Indonesia, tidak dibutakan oleh komprador yang mengaku berkebangsaan Indonesia yang sejatinya justru menginginkan bangsa kita bangkrut dan negara kita defisit, untuk meraup keuntungan bagi golongannya dalam sektor ekonomi juga politik," ungkap Inggrid.
Susilo Bambang Yudhoyono membeberkan alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsisi pada 1 April 2012.
"Kalau tidak ada tekanan terhadap ekonomi kita, utamanya pengaruh harga minyak ngapain kita mengubah dan menyesuaikan APBN 2012 yang baru berlaku 3 bulan ini," ujar SBY.
Menurutnya, kalau pemeritah mengajukan perubahan pasti ada alasannya. "Sebuah rencana apalagi rencana strategis harus punya asumsi, jika asumsi berubah secara signifikan maka rencana itu tidak valid lagi. Artinya harus ada penyesuaian atau perubahan," ulasnya.
"Kalau ekonomi tidak selamat, tidak tumbuh, akhirnya rakyat juga yang miskin, yang akan menderita. Selamat ekonomi maka selamat semua, jika tidak akan terjadi malapetaka," imbuhnya.
Lalu, kenaikan harga BBM subsidi, lanjut SBY juga disebabkan harga minyak mengalami peningkatan dari US$ 90 per barel menjadi US$ 105 per barel. "Ini yang menyebabkan subsidi ratusan trliun."
"Jika subsidi besar terlalu berlebihan tentu tidak sehat. Anggaran tersedot terlalu banyak mengurangi alokasi dan distribusi anggaran untuk ekonomi termasuk sektor pembangunan," pungkasnya.
Dalam hitungan matematika, 1 barel = 160 liter, harga minyak mentah US$ 105 per barel, berarti harga minyak mentah US$ 0,65625 per liter atau sekitar Rp 6.100 per liter. Selanjutnya, dalam pengolahan minyak mentah tersebut, dikenal biaya LRT (lifting, refining, dan transporting) US$ 10 per barel atau sekitar Rp 575 per liter. Artinya biaya produksi agar minyak mentah menjadi minyak siap olah adalah Rp 6.775 per litter. Saat mengolah minyak mentah ini, digunakan katalis dengan harga Rp 300.000.000 per drum. Dan dalam satu reaktor digunakan ratusan drum katalis. Dan katalis ini akan diganti secara berkala yang berarti menambah beban biaya produksi. Selain itu, dalam pengolahannya, dibutuhkan daya listrik yang sangat besar. Sehingga, modal untuk mendapat minyak mentah, kemudian diolah, dan didistribusikan ke masyarakat sangatlah mahal.
Jadi, jika harga BBM Rp 6.500 per liter, belum mampu mengganti biaya modal dari minyak mentah per liternya. Maka, jika harga BBM Rp 6.500 per liter, sudah relatif murah. Jika produsen BBM ingin untung dalam penjualan BBM ke masyarakat, maka harga BBM harus berkisar pada angka Rp 9.200 – Rp 11.800 per liter.
Konsumsi BBM di Indonesia kurang lebih 63 miliar liter per tahun atau 394 juta barel per tahun. Dengan demikian, jika harga BBM dengan harga modal adalah Rp 9.200 per liter, maka modal untuk memproduksi BBM adalah Rp 579.600.000.000.000 per tahun. Jika harga BBM tetap Rp 4.500, maka hasil penjualan BBM ke masyarakat adalah Rp 283.500.000.000.000 per tahun. Artinya, produsen BBM, dalam hal ini Pertamina, akan mengalami kerugian Rp 294.300.000.000.000 per tahun.
Selama ini, kerugian produksi BBM ditanggung oleh pemerintah dengan menggunakan uang negara yang disebut subsidi. Jika subsidi yang digunakan terlalu besar, maka APBN juga akan mengalami pengurangan. Selama ini, pemerintah telah menanggung penggunaan BBM rakyat. Apakah kita akan terus bergantung pada subsidi pemerintah?
Sebagai negara dengan harga minyak paling murah ketujuh di dunia, bahkan, di kawasan regional ASEAN, Indonesia adalah negara dengan harga BBM termurah, kita seharusnya menjadi lebih bijak dalam menyikapi kenaikan harga BBM.
Demikianlah perhitungan matematik terhadap harga BBM. Sehingga kenaikan harga BBM menjadi suatu hal yang tidak perlu diprotes lagi.
Demi kemajuan bangsa ini, sudah sepatutnya kita sebagai bangsa Indonesia menerima kenaikan harga BBM ini, karena harga minyak dunia dan biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual BBM. Jadilah bangsa yang cerdas dalam menyikapi keputusan pemerintah.


Referensi:
  1. http://www.acehsaya.com/2012/03/polemik-kenaikan-harga-bbm-1-april-2012.html
  2. http://www.facebook.com/azwar.suksesslaluw?ref=ts
  3. http://www.kaskus.us/showthread.php?p=665382765
  4. http://news.okezone.com/read/2012/03/24/367/598918/kenaikan-bbm-derita-bagi-rakyat
  5. http://economy.okezone.com/read/2012/03/27/20/600347/ini-alasan-kenaikan-harga-bbm
  6. http://www.tribunnews.com/2012/03/22/jelaskan-secara-detail-alasan-kenaikan-harga-bbm
  7. http://www.pedomannews.com/energi/11625-sby-beberkan-alasan-kenaikan-harga-bbm-subsidi


IZZUDDIN AL-JUNDI
1111040193

Senin, 19 Maret 2012

Izzuddin Al-Jundi (1111040193) - Tugas 3 (Artikel Ilmiah)


DAMPAK PENGGUNAAN HANDPHONE DAN INTERNET DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA
A.  Dampak Negatif Penggunaan Handphone dan Internet
Penggunaan handphone dan internet tentu saja memberi dampak pada penggunanya. Adapun dampak negatif dari penggunaan handphone dan internet adalah sebagai berikut.
1.    Dampak negatif penggunaan handphone
Sejauh ini, orang tua pada umumnya belum menyadari atau belum memperhatikan anak-anaknya terutama remaja saat mereka memegang handphone dan waktu menggunakannya. Jika orang tua mau melihat, memperhatikan serta mengamati anak-anaknya menggunakan handphone, niscaya orang tua akan tahu bahwa handphone di tangan anak-anaknya yang merupakan pelajar, digunakan tanpa mengenal batas waktu, sejak bangun tidur sampai saatnya akan tidur kembali.
Kita dapat melihat contoh nyata penyalahgunaan handphone dengan memperhatikan nada dering handphone tersebut. Remaja yang menggunakan handphone dengan cara yang positif dan bertanggung jawab, pasti nada panggil atau nada pesan masuk yang merupakan nada dering akan tetap diaktifkan atau tidak dimatikan. Hal ini dikarenakan mereka tidak perlu khawatir terhadap orang tuanya, karena mereka melakukan aktifitas yang positif dan bertanggung jawab terhadap handphone mereka. Sehingga mereka tidak perlu menyembunyikan nada dering handphone mereka.
Sebaliknya, remaja yang menggunakan handphone dengan cara yang negatif dan tidak bertanggung jawab pasti nada panggil dan nada pesan masuk yang merupakan nada dering akan dimatikan atau tidak diaktifkan dan diganti dengan getar yang diaktifkan sebagai pengganti nada dering. Hal ini dikarenakan mereka takut dan khawatir terhadap orang tuanya akan mengetahui bahwa mereka menggunakan handphone mereka dengan cara yang negatif dan tidak bertanggung jawab. Mereka akan berusaha untuk menyembunyikan aktifitas mereka yang negatif dan tidak bertanggung jawab tersebut dari orang tuanya. Remaja yang seperti ini secara tidak langsung telah belajar bagaimana membohongi dan menipu orang tua mereka. Selain itu, remaja seperti ini secara diam-diam melakukan komunikasi dengan menggunakan handphone baik itu melalui panggilan suara maupun mengirim atau  bertukar pesan singkat (SMS). Mereka akan melakukan aktifitas berkomunikasi terutama dalam bertukar pesan singkat (SMS) yang menyita, mengambil serta mengabaikan waktu belajar mereka dan digunakan untuk bertukar pesan singkat yang tak berguna. Hal ini akan membuat mereka menjadi malas belajar bahkan malas melakukan aktifitas selain menggunakan handphone. Mereka memegang buku pelajaran hanya sebatas formalitas belaka. Akibatnya suasana belajar terasa membosankan dan kemauan belajar tidak ada. Maka waktu untuk mengingat, memahami pelajaran, serta berlomba meraih prestasi adalah nomor yang kesekian, karena yang diutamakan adalah mengirim dan menerima SMS. Semua konsentrasi hanya tertuju pada SMS yang akan ditulis maupun yang akan diterima.
Karena mereka melakukan kegiatan bertukar pesan singkat secara berkelanjutan, maka dampak yang ditimbulkan juga berkelanjutan. Dampak nyata adalah remaja tersebut malas melakukan aktifitas, mulai dari mandi, makan, sampai belajar serta tidur. Dengan anak malas melakukan aktifitas positif serta malas melakukan aktifitas belajar, maka prestasinya jelas akan merosot dan tidak bisa meraih hasil yang ditargetkan atau dicita-citakan.
Jika aktifitas ini hanya dilakukan oleh satu remaja, maka dampaknya hanya ditanggung oleh remaja itu sendiri. Tatapi jika aktifitas bertukar SMS ini dilakukan banyak remaja dan mereka adalah tulang punggung negara dan bangsa, yang akan menjadi generasi pembangun negara ini, maka prestasi negara ini akan turun drastis.
2.    Dampak negatif penggunaan internet
Internet merupakan hal yang tidak asing lagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Internet telah mempermudah komunikasi dan penyebaran informasi di dunia. Internet telah membawa perubahan besar terhadap dunia ini semenjak di bentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969. Namun, kemajuan teknologi ini juga membawa dampak negatif, terutama bagi remaja.
Pada umumnya, pengguna internet di Indonesia berasal dari kalangan remaja. Dan sebagian besar dari mereka menggunakan situs jejaring sosial (social network) dan game online. Situs jejaring sosial yang umum dipakai oleh remaja adalah facebook dan twitter, serta situs jejaring sosial buatan Google, GooglePlus. Remaja biasa menggunakan situs jejaring sosial untuk mencari teman baru, membuat status, bahkan ada yang sekedar numpang ‘eksis’ di situs jejaring sosial. Selain itu, situs jejaring sosial juga menyediakan fitur chatting (obrolan) yang memungkinkan pengguna situs jejaring sosial untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain melalui pesan singkat. Sedangkan, game online yang biasa dimainkan oleh remaja adalah Counter Strike dan yang paling digemari hingga saat ini adalah Point Blank. Selain menawarkan rasa seru saat memainkannya, game ini juga memberi warna dan rasa yang berbeda dari permainan-permainan aplikasi lainnya. Selain dimainkan dengan cara online, yaitu dimainkan dengan menggunakan jaringan internet dan dimainkan bersama-sama dengan gamers lainnya di seluruh dunia, game ini juga menantang penggunanya untuk mencapai level-level tertentu, sehingga memberi rasa seru dan menantang pada pemainya.
Tanpa disadari, internet telah memberi dampak yang negatif terutama pada penggunanya yang umumnya berasal dari kalangan remaja. Misalnya saja, remaja akan rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat atau memperbarui status mereka. Remaja akan rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk memainkan game online untuk mencapai level-level yang diinginkan. Bayangkan saja berapa banyak waktu mereka yang terbuang sia-sia hanya untuk duduk di depan layar komputer.
Karena waktu mereka dihabiskan dengan bermain di situs jejaring sosial dan game online, maka remaja tersebut tidak akan punya waktu yang cukup bahkan tidak mempunyai waktu sama sekali untuk belajar. Hal ini akan membual mereka malas belajar dan mengakibatkan mereka tidak mampu mencapai prestasi belajar yang ditargetkan atau yang diinginkan.
Selanjutnya, karena mereka terbiasa menghabiskan waktu mereka dengan hal-hal yang mereka anggap seru dan mengasyikan, tanpa disadari remaja akan mendapatkan sugesti untuk berfikir tentang cara menghabiskan waktu luang mereka dengan hal-hal seru dan mengasyikan lainnya. Mereka tidak berfikir tentang cara menggunakan waktu luang mereka untuk hal-hal yang positif dan berguna bagi mereka di masa sekarang dan yang akan datang. Hal ini akan membentuk karakter remaja yang boros terhadap waktu dan tidak mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
Dampak yang lebih besar akan terjadi jika aktifitas internet tersebut dilakukan di penyedia jasa internet seperti warnet. Remaja yang sudah kecanduan internet dan telah kehabisan uang untuk bermain internet di warnet, akan menggunakan cara yang negatif untuk bisa bermain internet, misalnya mencuri uang dari orang tua, menipu orang tua, dan melakukan tindakan kecurangan terhadap komputer warnet seperti melakukan trik-trik tertentu agar mereka tidak perlu membayar biaya warnet sesuai dengan lama mereka bermain. Trik ini biasa disebut dengan billhack. Hal ini akan membuat mereka akan belajar menjadi pencuri dan orang curang. Tanpa disadari, mereka akan berubah dari pencuri menjadi koruptor. Kita bisa bayangkan jika hal-hal tersebut dilakukan oleh remaja-remaja di Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa. Maka tentunya bangsa ini akan dipenuhi oleh orang-orang berkarakter curang dan memungkinkan mereka menjadi pelaku tindak KKN di masa depan.
Selain kedua fitur di atas, ada fitur lain di internet yang menjadi masalah utama yang dapat membahayakan perkembangan psikis pengguna internet, yaitu situs-situs pornografi. Ir. Tifatul Sembiring mengatakan bahwa berdasarkan hasil riset Kementerian Telekomunikasi dan Informatika, 93% remaja Indonesia pernah mengakses situs porno. Pengguna internet yang mengakses situs-situs pornografi akan memiliki pemikiran kotor dan cenderung negatif, dan pemikiran ini akan tertanam di otak mereka dalam jangka waktu yang sangat lama. Hal ini akan dapat menyebabkan pengguna internet yang umumnya adalah remaja yang merupakan generasi penerus bangsa, akan sulit berfikir positif karena dalam otak mereka telah tertanam pemikiran yang negatif.
Sebenarnya, pemerintah Indonesia telah menyadari bahaya situs-situs pornografi tersebut. Sehingga, Menteri Telekomunikasi dan Informatika, Ir. Tifatul Sembiring, telah mengeluarkan peraturan untuk memblokir situs-situs pornografi agar tidak dapat diakses oleh pengguna internet yang ada di Indonesia. Hingga saat ini, kurang lebih 92% situs-situs pornografi di dunia telah diblokir oleh Indonesia.
Namun, dampak negatif dari situs-situs pornografi akan tetap terasa, karena masih ada 8% situs-situs pornografi di dunia yang belum diblokir. Walaupun hanya 8%, namun jumlahnya mencapai 2 juta situs. Di samping itu, RIM yang merupakan server Blackberry, belum melakukan pemblokiran terhadap situs-situs pornografi. Sehingga, situs-situs pornografi masih dapat diakses melalui Blackberry.
Dampak negatif internet akan lebih mudah menyerang remaja-remaja karena mudahnya mengakses internet melalui benda seberat 3 ons yang disebut handphone. Handphone yang umum beredar di masyarakat telah dilengkapi dengan fitur yang mampu mengakses internet.
Internet dan handphone telah membawa dampak negatif bagi karakter generasi muda Indonesia. Tanpa disadari, kualitas bangsa Indonesia akan menjadi terpuruk di mata dunia. Hari ini, kita perlu menaturalisasikan pemain sepak bola agar bisa berkewarganegaraan Indonesia dan membela tim nasional Indonesia. Bisa jadi di masa depan dengan kualitas bangsa yang terpuruk, kita juga harus menaturalisasi politisi dunia agar bisa menjadi pemimpin di negera yang tercinta ini.
B.  Metode Penggunaan Handphone dan Internet dengan Baik dan Benar
Handphone dan internet diciptakan untuk mempermudah kerja manusia dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Namun, di tangan penggunanya, umumnya handphone dan internet disalahgunakan. Pada umumnya, pengguna handphone dan internet hanya mencari kesenangan dalam menggunakan handphone dan internet.
Dalam menggunakan handphone dan internet, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah waktu dan penggunaan sesuai fungsinya. Diperlukan pengaturan waktu yang tepat dalam penggunaan handphone dan internet baik jam-jam tertentu penggunaannya maupun masa (durasi) penggunaannya. Menggunakan handphone, terutama dalam hal bertukar pesan singkat (SMS), dan internet tidak dilakukan di waktu-waktu belajar dan tidak dilakukan dalam durasi waktu yang panjang sehingga tidak akan menyita, mengambil serta mengabaikan waktu belajar. Selain itu, dalam menggunakan handphone dan internet harus digunakan seperlunya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Handphone dan internet tidak digunakan secara berlebihan, karena bisa membawa dampak negatif bagi pengguna.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan handphone dan internet adalah adalah keterbukaan (transparansi). Keterbukaan yang dimaksud adalah tidak menyembunyikan bahwa pengguna handphone dan internet sedang menggunakannya. Keterbukaan sangat diperlukan agar orang-orang di sekitar pengguna tidak curiga dan berperasangka buruk kepada pengguna handphone dan internet.

Daftar Pustaka:
Al-Jundi, Izzuddin. 2011. Dampak Penggunaan Handphone Dan Internet Dalam Character Building (Pembentukan Karakter) Remaja. Maros: Tidak diterbitkan.

Izzuddin Al-Jundi
1111040193