Jumat, 23 Maret 2012

Sri Yunita - 1111040173 - Presentasi


Kaidah Bahasa Indonesia

A.      Tata Tulis (Ejaan)
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) telah diberlakukan sejak tahun 1972 berdasarkan Kepres No. 57 Tahun 1972. Kaidah ini mengatur tiga hal,yaitu penulisan huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca.
1.      Penulisan Huruf
Penulisan huruf terbagi atas dua macam, yaitu penggunaan huruf miring dan huruf kapital. Huruf miring digunakan untuk  1) menuliskan judul buku, nama majalah, dan nama surat kabar yang teradapat dalam teks; 2)menegaskan atau mengkhususkan huruf, kata, atau kelompok kata dalam suatu teks; dan 3) menuliskan nama ilmiah, ungkapan, kata, atau istilah asing/daerah.
Penggunaan huruf kapital ada dua macam,yaitu kapital seluruhnya dan kapital pada awal saja. Huruf kapital seluruhnya digunakan untuk menuliskan 1) judul utama; 2) judul-judul bab; 3) judul kata pengantar; 4) judul daftar isi; dan 5) judul daftar pustaka. Selain itu, huruf  kapital yang digunakan pada awal kata sebagai huruf pertama 1) ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, agama, kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan; 2) nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang; 3) unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, instansi,atau tempat; 4) nama bangsa, suku bangsa, bahasa, dan geografi; 5) nama tahun, bulan, hari, hari raya,dan peristiwa sejarah; 6) unsur nama orang, negara, lembaga,organisasi, dan dokumen resmi;dan 7) kata kekerabatan yang digunakan sebagai sapaan.
2.      Penulisan Kata
Penulisan kata dibedakan atas kata tunggal dan gabungan kata.  Penulisan kata tuunggal terpisah dari unsur-unsur lainnya.  Sedangkan gabungan kata yang unsur-unsurnya berrupa unsur bebas atau dapat berdiri sendiri sebagai kata yang ditulis terpisak, jika tidak berimbuhan atau hanya berimbuhan awalan/akhiran, tetapi ada pula yang ditulis serangkai, yaitu jika mendapat imbuhan awalan dan akhiran sekaligus.


3.      Penggunaan Tanda Baca
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai tiga jenis penggunaan tanda baca yang dianggap sangat produktif, yaitu tanda titik, tanda koma, dan tanda hubung. Tanda titik digunakan untuk 1) mengakhiri kalimat; 2) memisahkan angka jam, menit dan detik; dan 3) memisahkan nama penulis, tahun terbitan, dan judul buku dalam penulisan daftar pustaka. Tanda koma digunakan untuk 1) memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian; 2) memisahkan kalimat setara, yang ditandai dengan kata penghubung tetapi, melainkan, dan seadangkan; 3) memisahkan anak kalimat dari induknya jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya; 4) menandai penghubung antarkalimat; 5) memisahkan kata seru; 6) memisahkan bagian-bagian alamat yang ditulis ke samping; dan 7) mrngapit keterangan tambahan. Adapun tanda hubung digunakan untuk menghubungkan ke dengan angka Arab atau angka biasa dan merangkaikan se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, angka dengan –an , dan singkatan dengan imbuhan.
B.       Tata Pembentukan Kata
Dalam penulisan karya ilmiah, penulis perlu memahami bentuk bentuk kata yang benar dalam bahsa Indonesia, yaitu yang sesuai dengan kaidah pembentukan kata.  Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan pengimbuhan, pengulangan, penggabungan imbuhan dan pengulangan, serta penggabungan kata dasar, atau penggabungan unsur terikat dan kata dasar.
C.       Tata Pilihan Kata
Pilihan kata erupakan halyang penting dalam penulisan karya ilmiah karena pilihan kata akan menentukan kejelasan informasi yang disampaikan. Pilihan kata yang tidak tepat dapat mengganggu ketidakefektifan bahasa yang digunakan dan mengganggu kejelasan informasi sehingga dapat timbul kesalahpahaman terhadap informasi yang disampaikan. Oleh karena itu,  penulis karya ilmiah perlu memahami kriteria pemilihan kata bahasa Indonesia yaitu ketepatan, kecermatan, dan keserasian.
1.      Ketepatan
Ketepatan dalam pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan memilih kata yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat. Oleh karena itu penulis dituntuk untuk mampu memahami: a) perbedaan makna denotasi dan konotasi, b) perbedaan makna kata-kata bersinonim, c) penggunaan kata atau ungkapan eufemisme, serta c) penggunaan kata konkret dan abstrak.
2.      Kecermatan
Kecermatan dalam pemilihan kata berkaitandengan kemampuan memilih kata yang benar-benar diperlukan untuk mengungkapkan gagasan tetentu. Agar dapat memilih kata secaracermat, penulis dituntut untuk mampu memahami ekonomi bahasa dan menghindari penggunaan kata-kata yang dapat menyebabkan kemubaziran, serta kata-kata yang berlebihan.
3.      Keserasian
Keserasian dalam pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan memilih dan menggunakan kata-kata sesuai dengan konteks pemakaiannya.









Sri Yunita D
1111040173
ICP B Matematika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar