Kaidah Bahasa Indonesia
A.
Tata Tulis
(Ejaan)
Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan (EYD) telah diberlakukan sejak tahun 1972 berdasarkan Kepres
No. 57 Tahun 1972. Kaidah ini mengatur tiga hal,yaitu penulisan huruf,
penulisan kata, dan penggunaan tanda baca.
1.
Penulisan Huruf
Penulisan
huruf terbagi atas dua macam, yaitu penggunaan huruf miring dan huruf kapital.
Huruf miring digunakan untuk 1)
menuliskan judul buku, nama majalah, dan nama surat kabar yang teradapat dalam
teks; 2)menegaskan atau mengkhususkan huruf, kata, atau kelompok kata dalam
suatu teks; dan 3) menuliskan nama ilmiah, ungkapan, kata, atau istilah
asing/daerah.
Penggunaan
huruf kapital ada dua macam,yaitu kapital seluruhnya dan kapital pada awal
saja. Huruf kapital seluruhnya digunakan untuk menuliskan 1) judul utama; 2)
judul-judul bab; 3) judul kata pengantar; 4) judul daftar isi; dan 5) judul
daftar pustaka. Selain itu, huruf kapital
yang digunakan pada awal kata sebagai huruf pertama 1) ungkapan yang
berhubungan dengan nama Tuhan, agama, kitab suci, termasuk kata ganti untuk
Tuhan; 2) nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama
orang; 3) unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, instansi,atau
tempat; 4) nama bangsa, suku bangsa, bahasa, dan geografi; 5) nama tahun,
bulan, hari, hari raya,dan peristiwa sejarah; 6) unsur nama orang, negara,
lembaga,organisasi, dan dokumen resmi;dan 7) kata kekerabatan yang digunakan
sebagai sapaan.
2.
Penulisan Kata
Penulisan
kata dibedakan atas kata tunggal dan gabungan kata. Penulisan kata tuunggal terpisah dari
unsur-unsur lainnya. Sedangkan gabungan
kata yang unsur-unsurnya berrupa unsur bebas atau dapat berdiri sendiri sebagai
kata yang ditulis terpisak, jika tidak berimbuhan atau hanya berimbuhan
awalan/akhiran, tetapi ada pula yang ditulis serangkai, yaitu jika mendapat
imbuhan awalan dan akhiran sekaligus.
3.
Penggunaan Tanda
Baca
Pada
bagian ini akan dijelaskan mengenai tiga jenis penggunaan tanda baca yang
dianggap sangat produktif, yaitu tanda titik, tanda koma, dan tanda hubung.
Tanda titik digunakan untuk 1) mengakhiri kalimat; 2) memisahkan angka jam,
menit dan detik; dan 3) memisahkan nama penulis, tahun terbitan, dan judul buku
dalam penulisan daftar pustaka. Tanda koma digunakan untuk 1) memisahkan unsur-unsur
dalam suatu perincian; 2) memisahkan kalimat setara, yang ditandai dengan kata
penghubung tetapi, melainkan, dan seadangkan; 3) memisahkan anak kalimat dari
induknya jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya; 4) menandai
penghubung antarkalimat; 5) memisahkan kata seru; 6) memisahkan bagian-bagian
alamat yang ditulis ke samping; dan 7) mrngapit keterangan tambahan. Adapun tanda
hubung digunakan untuk menghubungkan ke dengan angka Arab atau angka
biasa dan merangkaikan se- dengan kata berikutnya yang dimulai
dengan huruf kapital, angka dengan –an , dan singkatan dengan imbuhan.
B.
Tata Pembentukan
Kata
Dalam penulisan karya
ilmiah, penulis perlu memahami bentuk bentuk kata yang benar dalam bahsa
Indonesia, yaitu yang sesuai dengan kaidah pembentukan kata. Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia dapat
dilakukan dengan pengimbuhan, pengulangan, penggabungan imbuhan dan
pengulangan, serta penggabungan kata dasar, atau penggabungan unsur terikat dan
kata dasar.
C.
Tata Pilihan
Kata
Pilihan kata erupakan
halyang penting dalam penulisan karya ilmiah karena pilihan kata akan
menentukan kejelasan informasi yang disampaikan. Pilihan kata yang tidak tepat
dapat mengganggu ketidakefektifan bahasa yang digunakan dan mengganggu
kejelasan informasi sehingga dapat timbul kesalahpahaman terhadap informasi
yang disampaikan. Oleh karena itu,
penulis karya ilmiah perlu memahami kriteria pemilihan kata bahasa
Indonesia yaitu ketepatan, kecermatan, dan keserasian.
1.
Ketepatan
Ketepatan
dalam pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan memilih kata yang dapat
mengungkapkan gagasan secara tepat. Oleh karena itu penulis dituntuk untuk
mampu memahami: a) perbedaan makna denotasi dan konotasi, b) perbedaan makna
kata-kata bersinonim, c) penggunaan kata atau ungkapan eufemisme, serta c)
penggunaan kata konkret dan abstrak.
2.
Kecermatan
Kecermatan
dalam pemilihan kata berkaitandengan kemampuan memilih kata yang benar-benar
diperlukan untuk mengungkapkan gagasan tetentu. Agar dapat memilih kata
secaracermat, penulis dituntut untuk mampu memahami ekonomi bahasa dan
menghindari penggunaan kata-kata yang dapat menyebabkan kemubaziran, serta
kata-kata yang berlebihan.
3.
Keserasian
Keserasian
dalam pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan memilih dan menggunakan
kata-kata sesuai dengan konteks pemakaiannya.
Sri Yunita D
1111040173
ICP B Matematika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar