Bangga
Menggunakan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan bahasa
resmi kenegaraan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu.
Perkembangan Bahasa Indonesia dimulai dari abad ke-7. Pada abad ke-7, bahasa
melayu telah digunakan di kerajaan Jambi yang akhirnya diruntuhkan oleh
kerajaan Sriwijaya.
Pada abad ke-14 dan ke-15, bahasa
melayu telah digunakan oleh kerajaan Malaka. Hingga akhirnya para penjajah
datang ke bumi Nusantara dan menjajah Indonesia. Para penjajah inin menanamkan
bahasa mereka pada rakyat Indonesia. Namun mereka gagal karena rakyat Indonesia
mempertahankan bahasa mereka, yaitu bahasa melayu.
Pada awal abad ke-20, Pemuda
Cendikiawan Nusantara bersatu dan mengadakan Kongres Pemuda pada tanggal 28
Oktober 1928. Pada kongres ini, pemuda nusantara melahirkan Sumpah Pemuda. Pada
kongres ini, Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu bangsa. Kemudian, dalam
perjalanannya, Bahasa Indonesia sempat mengalami perbaikan tata bahasa karena Bahasa
Indonesia tidak mengikuti kemajuan bahasa.
Sehari setelah kemerdekaan,
tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945, Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi
kenegaraan. Demikianlah sejarah singkat Bahasa Indonesia. Setelah melalui
perjuangan dan hambatan, Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kenegaraan.
Setelah menyimak sejarah singkat
perjuangan para pendahulu kita, sudah selayaknya kita harus menjaga apa yang
telah dipertahankan dan diperjuangkan oleh mereka.
Namun, Bahasa
Indonesia mulai ditinggalkan oleh bangsa Indonesia itu sendiri, utamanya oleh
para generasi muda.
Jika dicermati, ada beberapa
penyebab mundurnya minat generasi muda negeri ini berBahasa Indonesia.
Pertama, akses-akses utama komunikasi dan informasi seakan-akan
dikuasai oleh bahasa asing. Dari sekian banyak situs internet, 90%
ditulis dalam bahasa Inggris. Orang-orang mengidam-idamkan kuliah di
luar negeri. Literatur-literatur kelas dunia yang mendukung penelitian
kebanyakan ditulis dalam bahasa Inggris. Anak-anak bermain dengan video
game dalam bahasa Inggris. Film-film kartun di saluran televisi
berbayar diputar dalam bahasa Inggris atau Jepang. Semua akses ini telah
memberi pengertian ke dalam alam bawah sadar generasi muda, bahwa 99%
semua akses penting atau yang dianggap penting dalam hidup mereka
menggunakan bahasa asing.
Sehingga mereka
terdorong untuk memperdalam bahasa asaing seperti bahasa inggris, jepang,
mandarin, arab, dan korea, dan mereka mulai meninggalkan Bahasa Indonesia.
Penyebab kedua, pembelajaran Bahasa
Indonesia di sekolah-sekolah baru sampai sebatas teori tata bahasa dan
sastra. Mencatat penggunaan imbuhan, mengetahui karya-karya sastrawan
besar beserta angkatannya, serta menyuruh membuat satu dua karangan
dirasakan cukup. Padahal, jika dihubungkan dengan penyebab pertama tadi,
pelajaran Bahasa Indonesia dapat menjadi sarana kampanye solusi penggunaan
Bahasa Indonesia untuk mencapai akses-akses tersebut.
Padahal, dalam
beberapa tahun terakhir, telah dimunculkan wacana untuk menjadikan Bahasa
Indonesia sebagai bahasa pemersatu ASEAN.
Pada tahun 2008,
Bahasa Indonesia dipelajari di 45 negara di dunia. Negara-negara tersebut
seperti, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Vietnam, dan masih banyak negara
lain.
Pada tahun 2009,
Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di ibukota Vietnam, Ho Chi Minh. Bahkan,
bahasa Indonesia disejajarkan dengan bahasa Inggris, Belanda, dan Perancis.
Dengan melihat
fakta-fakta di atas, sudah seharusnya kita bangga menggunakan Bahasa Indonesia.
Dengan melihat fakta-fakta diatas, seharusnya kita merasa minder jika kita tidak bengga dan merasa acuh terhadap Bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
Apakah kita
harus menunggu hingga ada negara tetangga yang mengakui Bahasa Indonesia sebagai
bahasa mereka agar kita mau untuk bangga dan cinta pada Bahasa Indonesia?
Jika hal itu
terjadi, maka sudah sepatutnya kita malu, karena bahasa yang seharusnya menjadi
kecintaan kita, diakui oleh negara lain, karena kurangnya perhatian kita
terhadap bahasa kita sendiri.
Kita sebagai
bangsa Indonesia, harus bangga dan cinta menggunakan Bahasa Indonesia. Walaupun
bahasa yang kita gunakan bukanlah Bahasa Indonesia yang benar-benar baku,
melainkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Referensi :
Izzuddin Al-Jundi
1111040193
ICP Mathematics Class B
Tidak ada komentar:
Posting Komentar