Tampilkan postingan dengan label Aisyah - 1111040177. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aisyah - 1111040177. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Naskah Pidato_Aisyah (1111040177)

PIDATO

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ibu dosen beserta rekan-rekan yang saya hormati,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat hadir dan berkumpul di tempat ini. Saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”. Pokok permasalahan yang akan saya sampaikan dalam pidato hari ini, yaitu mengenai pengaruh positif dan pengaruh negatif dari internet terhadap pelajar remaja.
 
Hadirin sekalian, internet merupakan hal yang tidak asing lagi di telinga kita, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang berteknologi, mewah, dan praktis. Sebagaimana yang telah kita ketahui, akses internet bisa diperoleh di manapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular atau handphone yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudah, atau jika tidak, di setiap sudut kota pasti terdapat sebuah warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan warnet. Kita juga dapat dengan mudah menemukan warung kopi yang memiliki layanan Wifi. Saat ini, internet dapat dikatakan sebagai dunia informasi tanpa batas, karena begitulah keadaannya, dengan adanya internet, akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada di dunia ini dapat diperoleh dengan mudah layaknya membalikkan telapak tangan atau bahkan hanya dengan mengejapkan mata.
 
Hadirin yang saya hormati, berbagai macam ilmu pengetahuan yang sangat melimpah, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, lalu apa hubungannya dengan remaja atau para pelajar? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan seorang pelajar ataukah siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja di manapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalahgunaan fasilitas internet, misalnya sebagai sarana untuk kriminalitas atau asusila. Seorang siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal-hal yang aneh? Dalam hal ini dapat berupa gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya. Hal inilah yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan terganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran di sekolah.

Hadirin sekalian, meskipun tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, atau hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya. Namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima di sekolah. Dan hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam di depan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.

Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur generasi muda, sebagaimana biasanya remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan di sekitarnya, atau dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada di dekatnya. Jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong ke arah mana remaja itu akan berjalan, ke arah positif atau negative tergantung dari mana mereka memulai.
 
Hadirin terhormat, pada umumnya, remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi di sekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kekayaan informasi dari internet tersebut.
 
Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku mahasiswa maupun bagi para pelajar lainnya kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyambut masa depan.
 
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, kurang dan lebihnya saya mohon maaf.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Materi Presentasi_Aisyah (1111040177)

BERPIDATO

A.    MENYEMPURNAKAN NASKAH PIDATO BERDASARKAN SUNTINGAN

            Menyempurnakan naskah pidato setelah disunting, baik oleh penulis sendiri maupun orang lain, perlu dilakukan. Penyempurnaan itu diarahkan kepada aspek isi, bahasa, dan penalaran sebagaimana yang telah disunting di atas. Penyempurnaan aspek bahasa dilakukan dengan mengganti kosa kata yang lebih tepat dan menyempurnakan kalimat dengan memperbaiki struktur dan gagasannya. Sementara itu, penyempurnaan paragraf dilakukan dengan memperbaiki koherensi dan kohesi paragraf. Untuk itu, penambahan kalimat, penyempurnaan kalimat atau penghilangan kalimat perlu dilakukan.

B.    SISTEMATIKA BERPIDATO

     Menyampaikan pidato berarti melisankan naskah pidato yang telah disiapkan. Akan tetapi menyampaikan pidato bukan sekadar membacakan naskah pidato di depan hadirin, melainkan perlu juga menghidupkan dan menghangatkan suasana dan menciptakan interaksi yang hangat dengan khalayak. Untuk itu, seseorang yang akan menyampaikan pidato harus mampu menganalisis situasi dan memanfaatkan hasil analisisnya itu untuk menghidupkan suasana dalam pidato yang akan dilakukan. Apabila pidato yang disampaikan bukan atas nama orang lain (bukan membacakan naskah pidato atasan atau orang lain), kita masih dapat melakukan penambahan-penambahan sepanjang waktu yang disediakan memadai. Yang terpenting, penambahan itu memperkaya isi pidato, dapat menghangatkan suasana, dan bermanfaat serta dapat memperjelas isi dalam naskah pidato.
 
Secara garis besar, sistematika berpidato adalah seperti berikut ini.
  1. Mengucapkan salam pembuka dan menyapa hadirin;
  2. Menyampaikan pendahuluan yang biasanya dilahirkan dalam bentuk ucapan terima kasih, ungkapan kegembiraan atau rasa syukur;
  3. Menyampaikan isi pidato yang diucapkan dengan jelas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dengan gaya bahasa yang menarik;
  4. Menyampaikan kesimpulan dari isi pidato supaya mudah diingat oleh pendengar;
  5. Menyampaikan harapan yang berisi anjuran atau ajakan kepada pendengar untuk melaksanakan isi pidato; dan
  6. Menyampaikan salam penutup.
C.    FAKTOR PENUNJANG KEEFEKTIFAN BERPIDATO

          Ada empat hal yang perlu diperhatikan agar pidatonya sukses, yaitu:
  1. Pembicara dituntut seorang yang bermoral. Jika pembicara bermoral tidak baik dan diketahui oleh pendengar, maka pendengar akan mencemooh.
  2. Pembicara hendaknya sehat jasmani dan rohani sehingga penampilannya dapat bersemangat, gagah, dan simpatik. Jangan sekali-kali menunjukkan fisik yang lemah di hadapan khalayak.
  3. Sarana yang diperlukan hendaknya cukup menunjang, misalnya publikasi; jika pidato disampaikan di hadapan massa, pengeras suara yang memadai, waktu, dan tempat harus sesuai.
  4. Jika berpidato di hadapan massa, harus diperhatikan: volume suara, tingkat pengetahuan massa, keadaan sosial, kebiasaan, adat-istiadat, dan agama, waktu berbicara tidak begitu lama, pembicara harus sabar dan menyesuaikan gaya dengan massa.

Referensi:
Anwar, Ahyar, dkk. 2011. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Indonesia. Makassar: Badan Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Bahasa dan Sastra UNM.


Selasa, 27 Maret 2012

TUGAS IV_ARTIKEL

TUGAS IV
MENULIS ARTIKEL

DEMO – MACET – BBM MENGUAP

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutama yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. Kota-kota besar dengan penduduk yang padat dan selalu sibuk, dapat dipastikan akan mengalami masalah kemacetan di setiap jalan kota. Contoh kota besar yang sudah terkenal dengan kemacetannya adalah Jakarta yang juga menjadi ibukota Indonesia. Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Hampir setiap hari, jalanan di kota besar seperti Jakarta macet dan membuat seluruh warga harus bersabar untuk sampai ke tempat tujuan.
Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia pada bulan April 2012 memicu aksi demo setiap hari oleh masyarakat Indonesia khususnya para mahasiswa. Mereka menolak rencana kenaikan harga BBM karena hal ini akan memicu kenaikan harga sembako dan kebutuhan lainnya. Selanjutnya hal ini akan menyengsarakan rakyat, khususnya rakyat yang miskin.
Oleh karena itu aksi demo penolakan kenaikan harga BBM terus berlanjut demi mendesak pemerintah agar tidak menaikkan harga BBM. Demikian halnya di Makassar, Sulawesi Selatan, aksi mahasiswa menutup jalan dengan truk tronton membuat jalan lintas poros Kota Makassar-Kabupaten Gowa macet sepanjang delapan kilometer pada hari Senin (19/3).
Kemacetan di Makassar yang disebabkan oleh aksi demo tersebut berlanjut setiap hari di beberapa jalan. Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar menggelar aksi demo serentak menolak kenaikan harga BBM per 1 April. Hal ini mengakibatkan kemacetan setiap hari di beberapa jalan besar. Antrean panjang kendaraan membuang waktu dengan percuma. Para pengendara menjadi marah dan emosi. Situasi di jalan pun memanas. Hal ini tidak hanya membuang waktu, tetapi juga membuang BBM dengan percuma.
Kemacetan yang disebabkan oleh aksi demo masyarakat di Indonesia merupakan hal yang sudah biasa dan akan sering terjadi untuk selanjutnya dalam menghadapi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak dapat menyejahterakan rakyat. Selain itu, kemacetan adalah hal yang wajar terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, selain dari aksi demo yang menjadi penyebabnya. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana kebijakan yang harus diadakan untuk menyikapinya. Pada dasarnya kemacetan terjadi karena mobilitas urban dan commuter yang terlalu tinggi tetapi tidak di imbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Dan kalau kita tarik lagi dari akar permasalahan ini, maka kita akan bisa menarik kesimpulan bahwa masalah macet tak bisa di lepaskan dengan masalah urban. Dan sekarang anda tentu berpikir, mengapa di Indonesia terjadi eksodus urban yang besar besaran ke kota kota besar dan menjadi pusat pemerintahan. Dan sudah pasti, jawabanya adalah masalah kesejahteraan yang sulit di dapatkan di daerah asal urban itu sendiri. Sehingga sampai kapanpun masalah kemacetan akan menjadi masalah selama pemerataan kesejahteraan belum tercapai. Dan apabila tidak segera di tangani maka suatu saat nanti akan terjadi stagnasi yang luar biasa di kota kota besar seperti di Jakarta.
Kemacetan seolah telah menjadi 'fitur' baru di jalanan kota-kota besar di Indonesia. Akibatnya, selain memicu stress si pengendara mobil, konsumsi BBM pun bertambah. Dan kedua hal ini tanpa disadari sebenarnya saling berhubungan. Berbagai survei mengatakan bahwa tingkat stres tinggi pada seseorang akan lebih mudah memacu kendaraan lebih kencang tanpa memperhitungkan sekelilingnya. Alhasil BBM yang terkonsumsi mesin pun makin banyak.
Selain itu, kemacetan yang menyebabkan kendaraan berhenti untuk sekian lama dengan keadaan mesin yang terus menyala akan menyebabkan bensin atau BBM kendaraan berkurang dan tanpa disadari telah terbuang dengan percuma. Hal inilah yang menjadi salah satu akibat yang tidak disadari oleh sebagian mahasiswa yang melakukan aksi demo setiap hari dalam rangka menolak kenaikan harga BBM. Dalam aksinya, mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sulsel meminta pemerintah melaksanakan Pasal 33 UUD 1945, serta mereka menolak kenaikan harga BBM dan TDL. Mereka menyebutkan pembatasan BBM bersubsidi hanya menguntungkan pihak asing, dan membuat rakyat di negeri ini semakin menderita.
Aksi demo ratusan mahasiswa yang dimulai sejak pukul 10.00 Wita tersebut, menyebabkan sejumlah ruas jalan di Makassar mengalami kemacetan (26/3). Beberapa aksi demo dilakukan di tengah jalan raya, seperti Jl. Perintis Kemerdekaan, Urip Sumoharjo, Garuda, AP Pettarani, Sudirman, dan di bawah fly over. Sama halnya aksi-aksi kemarin, kemacetan diperkirakan mereda setalah pukul 16.30 Wita di ruas jalan tersebut.
Seperti dua pekan sebelumnya, demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jadi alasan mahasiswa turun dan berorasi di jalan-jalan protokol dalam kota. Di Jl AP Pettarani, tiga kelompok mahasiswa dari kampus berbeda menutup jalan. Di Pettarani, di depan Kampus UNM Gunungsari, mahasiswa berjaket almamater oranye kembali menutup akses jalan dari utara ke selatan. Arus kendaraan meluber ke Jl Mappala, Jl Raya Pendidikan, dan akses jalan komplek Pemda di Jl AP Pettarani Blok E.
Selanjutnya masih di jalan akses terlebar di Indonesia Timur itu, belasan mahasiswa menutup sebagian badan jalan dari arah selatan ke Utara Pettarani, tepat di depan bundaran bowling, Pengayoman, di depan SPBU Pettarani dan pertigaan Jl Rappocini. Sementara sebagian lagi juga membakar ban dan berorasi di depan Kampus UIT, di jalan yang menghubungkan Pettarani dan Jl Veteran Selatan. Mapolretabes Makassar, juga melansir pesan peringatan yang sama sejak pukul 12.30 Wita hingga 14.00 Wita.
Kemacetan yang terus terjadi dalam beberapa pekan ini membuat warga menjadi terganggu dan berpendapat bahwa aksi mahasiswa yang terus berdemo merupakan aksi yang kurang simpatik. Seperti yang dilansir dalam pesan berantai Blackberry Messenger (BBM) dari warga kota bernama Rere. "Mahasiswa Demo depan SPBU Pettarani-Rappocini, Mrk memalang Truck Semen didepan SPBU, Terjadi Kemacetan Total, Aksi yg Kurang Simpatik. Trims."
Menurut informasi di atas dapat dibayangkan bahwa dengan kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh aksi demo mahasiswa maupun penyebab lainnya telah menyebabkan Indonesia mengalami kerugian besar. Menurut Metrotvnews.com, Rabu (21/3), kemacetan di Jakarta telah mengakibatkan kerugian negara hingga Rp45 triliun. Kerugian itu mencakup komponen biaya untuk bahan bakar kendaraan, hilangnya potensi ekonomi, dan pencemaran udara. Sehingga Jakarta dinilai tak seimbang dalam bidang kependudukan, transportasi, dan infrastruktur. Padahal, kemacetan saat ini terjadi setiap hari di Makassar. Kerugian yang dimaksud adalah terbuangnya BBM dengan percuma oleh setiap kendaraan yang terhenti di jalan karena aksi demo mahasiswa. Pemerintah seharusnya segera mengambil langkah untuk mencari solusi kemacetan, baik yang disebabkan oleh aksi demo maupun oleh sarana transportasi yang tidak memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. Sebab kemacetan telah menghambat laju pertumbuhan dalam negeri.

Nama       : Aisyah
NIM          : 1111040177

Selasa, 20 Maret 2012

AISYAH_1111040177

TULISAN ILMIAH
MANFAAT GIZI DARI SAYURAN BERWARNA
                Menurut para pakar gizi, kita perlu mengonsumsi sedikitnya lima kelompok bahan pangan berwarna alami setiap hari, yakni merah, putih, biru atau ungu, kuning dan hijau. Warna yang dihasilkan oleh tumbuhan menunjukkan keberadaan fitokimia tertentu yang berkhasiat dalam pencegahan penyakit tertentu. Oleh karena itu penting untuk mengenali manfaat di balik sayuran dan buah yang berwarna-warni. Di bawah ini adalah berbagai macam warna alami pada buah dan sayuran dengan manfaatnya.
·         Warna Kuning atau Oranye
Buah-buahan dan sayuran yang berwarna kuning atau oranye merupakan sumber vitamin C dan antioksidan. Zat ini dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh, melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular dan membangun kembali kolagen dalam kulit, melindungi kesehatan mata dan fingsi daya ingat, serta melindungi kulit dari risiko paparan matahari. Selain itu buah-buahan yang berwarna kuning juga kaya akan potasium yang bermanfaat mencegah stroke dan penyakit jantung koroner.
·         Warna Putih
Kelompok buah dan sayuran yang berwarna putih adalah kol, sawi putih, bawang putih, pisang, jamur, dan kentang. Warna putih tersebut berasal dari antozantin, jenis flavonoid yang memiliki sifat antioksidan, serta kandungan potasium. Manfaat dari kelompok putih ini adalah mampu menurunkan risiko kanker prostat, dan meningkatkan aktivitas kekebalan tubuh.
·         Warna Merah
Buah serta sayuran yang berwarna merah kaya akan fitonutrien likopen dan antosianin. Warna ini dapat ditemukan pada tomat, semangka, jambu biji, stroberi, anggur merah, apel merah dan ceri. Manfaatnya adalah sebagai zat anti penuaan, antioksidan, antiinflamasi pada penderita asam urat atau rematik, mengurangi risiko penyakit jantung, melindungi kanker, dan menjaga tekanan darah tetap normal.
·         Warna Biru atau Ungu
Kelompok buah dan sayuran yang berwarna biru atau ungu mempunyai fitokemikal seperti antosianin, dan phenolik sebagai antioksinyang sangat kuat. Zat ini banyak terdapat dalam blueberry, anggur ungu dan kismis hitam, serta buah plum. Zat-zat yang terdapat dalam buah dan sayuran ini telah terbukti dapat memperlambat proses penuaan, terutama risiko penurunan daya ingat.
·         Warna Hijau
Warna hijau dalam buah dan sayuran disebabkan adanya pigmen klorofil. Sedangkan warna gelapnya karena zat lutein dan zeaxanthin, yaitu dua karotenoid pada kacang polong kuning, bayam, dan sayuran hijau gelap lainnya. Kedua senyawa ini diperlukan untuk menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko katarak. Dan buah serta sayuran yang berwarna hijau ini baik dikonsumsi oleh wanita yang sedang merencanakan kehamilan, karena mengandung serat yang tinggi, magnesium dan folat, serta sebagai sumber potasium.
AISYAH (1111040177)

Kamis, 15 Maret 2012

Tugas Evaluasi BAB III


Tugas Evaluasi
Bab III Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah

Soal:
1.      Apa yang dimaksud dengan Bahasa Indonesia ragam ilmiah?
2.      Jelaskan kriteria Bahasa Indonesia ragam ilmiah berikut ini beserta contohnya!
a.      Cendekia
b.      Lugas dan jelas
c.       Menghindari kalimat fragmentaris
d.      Bertolak dari gagasan
e.      Formal dan objektif
f.        Ringkas dan padat
g.      Konsisten
3.      Jelaskan perbedaan ragam resmi dan ragam tidak resmi!

Jawaban:
1.      Bahasa Indonesia ragam ilmiah merupakan bahasa Indonesia yang digunakan dalam menulis karya ilmiah, dan juga sebagai bahasa yang digunakan untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan keempatnya. Bahasa Indonesia ragam ilmiah maksudnya bahasa Indonesia yang dapat menjadi media efektif untuk komunikasi ilmiah, baik secara tertulis maupun lisan.
2.      Kriteria Bahasa Indonesia ragam ilmiah:
a.      Cendekia
Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat cendekia artinya bahasa Indonesia itu mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yakni mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama.
Contoh:
·         Ragam non ilmiah:
Kemajuan informasi pada era globalisasi dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsa Indonesia terutama pengaruh budaya Barat yang masuk ke negara Indonesia yang dimungkinkan tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan moral bangsa Indonesia.
·         Ragam ilmiah:
Pergeseran nilai-nilai budaya bangsa terjadi karena masuknya pengaruh budaya Barat ke Indonesia.

b.      Lugas dan jelas
Bahasa Indonesia yang bersifat lugas dan jelas maksudnya bahasa tersebut mampu menyampaikan gagasan ilmiah secara jelas dan tepat. Serta setiap gagasan diungkapkan secara langsung sehingga makna yang ditimbulkan adalah makna lugas.
Contoh:
·         Ragam non ilmiah:
Kalau pada zaman Sunan Kalijaga dalam kesenian wayang termasuk ceritanya digunakan sebagai media penyebaran agama. Maka di masa sekarang lebih tepat apabila penanaman budi pekerti dalam cerita wayang melalui pengajaran apresiasi.
·         Ragam ilmiah:
Kalau pada zaman Sunan Kalijaga kesenian wayang termasuk ceritanya digunakan sebagai media penyebaran agama, sekarang kesenian wayang digunakan sebagai media penanaman budi pekerti melalui apresiasi.

c.       Menghindari kalimat fragmentaris
Kalimat fragmentaris adalah kalimat yang belum selesai. Dalam bahasa Indonesia ragam ilmiah dihindari adanya kalimat fragmentaris yang terjadi antara lain karena adanya keinginan penulis menggunakan gagasan dalam beberapa kalimat tanpa menyadari kesatuan gagasan yang diungkapkan.
Contoh:
·         Ragam non ilmiah:
Di samping musyawarah terdapat hal lain yang lebih penting dalam masalah demokrasi. Dalam masalah demokrasi, hal lain tersebut adalah konsensus atau ijma’.
·         Ragam ilmiah:
Selain musyawarah terdapat hal lain yang lebih penting dalam masalah demokrasi, yakni konsensus atau ijma’.

d.      Bertolak dari gagasan
Bahasa Indonesia ragam ilmiah juga bersifat bertolak dari gagasan, maksudnya menjadikan gagasan/ ide sebagai pangkal tolak. Penonjolan diarahkan pada gagasan atau hal yang diungkapkan dan tidak pada penulis. Implikasinya, kalimat yang digunakan didominasi oleh kalimat pasif.
Contoh:
·         Ragam non ilmiah:
Kita tahu bahwa pendidikan di lingkungan keluarga sangat penting dalam penanaman moral Pancasila.
·         Ragam ilmiah:
Perlu diketahui bahwa pendidikan di lingkungan keluarga sangat penting dalam penanaman moral Pancasila.

e.      Formal dan objektif
Bahasa Indonesia yang bersifaf formal dan objektif ditandai antara lain oleh pilihan kosa kata, bentuk kata, dan struktur kalimat. Kosa kata yang digunakan bernada formal dan kalimat-kalimatnya memiliki unsur yang lengkap.
Contoh:
·         Ragam non ilmiah:
Menurut Moeliono (1989) bahwa bahasa ilmiah itu lugas, eksak, dan menghindari kesamaran dan ketaksaan dalam pengungkapan.
·         Ragam ilmiah:
Menurut Moeliono (1989) bahasa ilmiah itu lugas, eksak, dan menghindari kesamaran dan ketaksaan dalam pengungkapan.

f.        Ringkas dan padat
Sifat ringkas dan padat direalisasikan dengan tidak adanya unsur-unsur bahasa yang mubazir, yang berarti menuntut adanya penggunaan bahasa yang hemat.
Contoh:
·         Ragam non ilmiah:
Pendidikan agama di SD tidak akan telaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dari orang tua dalam keluarga.
·         Ragam ilmiah:
Pendidikan agama di SD tidak akan terlaksana dengan baik tanpa orang tua.

g.      Konsisten
Penggunaan unsur bahasa, tanda baca, dan istilah lainnya dalam bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat konsisten, artinya digunakan secara tetap.
Contoh:
·         Ragam non ilmiah:
Pelucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting untuk muslim Bosnia. Untuk mereka yang penting adalah pencabutan embargo senjata.
·         Ragam ilmiah:
Pelucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting bagi muslim Bosnia. Bagi mereka yang pentinh adalah pencabutan embargo senjata.

NAME : AISYAH
NIM     : 1111040177

Selasa, 06 Maret 2012

LESTARIKAN BAHASA KITA, BAHASA INDONESIA


Menulis  Artikel
LESTARIKAN BAHASA KITA, BAHASA INDONESIA
  
Bahasa Indonesia merupakan bahasa kebangsaan dan bahasa resmi Negara Republik Indonesia yang tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu. Penyebutan pertama istilah dalam bahasa Melayu sudah dilakukan sejak abad ke-7 Masehi atau pada masa sekitar tahun 683-686 Masehi. Dalam hal ini digunakan sebagai bahasa perhubungan di Kepualuan Nusantara dan hampir di seluruh Asia Tenggara, serta sebagai alat komunikasi di Kerajaan Sriwijaya dalam bentuk bahasa Melayu Kuno. Sebagai bukti adalah ditemukannya beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang berbahasa Melayu Kuno.
Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi negara RI sejak proklamasi kemerdekaan RI. Tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah kemerdekaan. Meskipun demikian, tampaknya Bahasa Indonesia saat ini mulai ditinggalkan oleh pemiliknya. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa dan kebanggaan warga Negara Indonesia telah mengalami penggeseran oleh bangsa Indonesia sendiri. Kini, hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, karena dalam percakapan sehari-hari atau dalam forum tidak resmi masyarakat Indonesia lebih menggunakan bahasa daerah maisng-masing. Sedangkan sebagian besar masyarakat Indonesia menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dan hanya digunakan dalam taraf resmi.
Saat ini, maraknya bahasa pergaulan atau bahasa modern yang menyebar luas di kalangan pemuda-pemudi Indonesia juga menjadi penyebab utama runtuhnya kedudukan Bahasa Indonesia. Padahal, bangsa Indonesia terdahulu telah bejuang keras menjadikan dan mempertahankan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Pada awalnya bahasa Melayu yang digunakan oleh masyarakat di Kepulauan Nusantara belum menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia. Tetapi pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki semangat kemerdekaan besatu dan berjuang mempersatukan bangsa dan bahasa Indonesia, sehingga pada tanggal 28 Oktober 1928 tercetuslah sumpah para pemuda yang sangat terkenal yakni Sumpah Pemuda. Yang pada saat ini setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Isi sumpah tersebut diantaranya adalah seluruh pemuda Indonesia bersumpah menjunjung suatu bahasa yang akan mempersatukan bangsa Indonesia, yaitu bahasa yang akan menjadi bahasa seluruh warga Negara Indonesia, yakni Bahasa Indonesia.
Selanjutnya, setelah menjadi bahasa persatuan seluruh bangsa Indonesia, bangsa Indonesia kemudian tetap dan terus berjuang mempertahankan Bahasa Indonesia sehingga resmi menjadi Bahasa Negara pada tanggal 18 Agustus 1945, sebagaimana disebutkan dalam UUD RI 1945 Pasal 36. Dengan demikian, mari kita menghargai perjuangan para pemuda dan bangsa Indonesia dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai dalam upaya melestarikan Bahasa Indonesia agar tidak punah.

Reference: www.google.com

Aisyah
1111040177