Tampilkan postingan dengan label St. Aflahah - 1111040188. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label St. Aflahah - 1111040188. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

ST. AFLAHAH (1111040188)_TUGAS PRESENTASI


A.    Pengertian dan Kiat Presentasi Ilmiah
Presentasi ilmiah yang efektif adalah penyajian bahan ilmiah oleh seseorang di suatu forum yang pesertanya secara sukarela terlibat aktif dalam interaksi verbal ilmiah menuju tercapainya tujuan dalam waktu yang tersedia.
Agar presentasi dapat berjalan secara efektif, ada kiat yang perlu diterapkan. Kiat tersebut mencakup: menarik minat dan perhatian peserta, menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas, dan menjaga etika. Perhatian peserta perlu dialihkan pada fokus pembahasan dengan cara yang menarik pula dengan memanfaatkan informasi latar belakang peserta. Perhatian peserta perlu dijaga atau dipertahankan dengan cara menjaga agar suara tidak monoton dan dengan menggunakan variasi media. Dalam hal ini multimedia sangat membantu. Akan tetapi apabila perangkat keras sangat tebatas, paling tidak cara berbicara yg perlu divariasi. Alur presentasi perlu dijaga agar tetap fokus dengan menyatakan secara terus terang fokus pembahasan dan penyaji menaati bahan yang telah disiapkan dan memberi penjelasan singkat padat mengenai butir-butir inti. Etika dijaga dengan cara menghindari hal-hal yang dapat merugikan orang lain.
B.     Tata Cara dan Etika Presentasi Ilmiah
Presentasi ilmiah akan berhasil jika penyaji menaati tata cara yang lazim. Pertama, penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai. Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memeroleh bahan tertulis juga, baik bahan penuh berupa makalah maupun bahasan presentasi powerpoint. Kedua, penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia. Untuk itu penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleh moderator. Ketiga, penyaji menaati etika yang akan diuraikan di bawah.
Forum ilmiah merupakan wahana bagi ilmuwan dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu untuk saling asah otak dan hati, bertukar berbagai macam informasi akademik, baik sebagai hasil penelitian/percobaan guna menvapai perbaikan teori, teknik, dan/atau praktik. Dalam forum tersebut ada beberapa peran yang dimainkan oleh aktor yang berbeda: penyaji, pemandu (moderator), notulen, dan peserta serta teknisi.
Etika berkenaan dengan keyakinan dan prinsip mengenai mana yang benar dan mana yang salah danmana yang secara moral benar. Satu niali yang harus dipegang dalam menjaga etika adalah “menjaga perilaku agar tidak merugikan orang lain.” Kerugian mencakup kehilangan hak atau kesempatan, kehilangan muka, dan tersinggung perasannya. Hak dalam forum ilmiah meliputi hak berbicara, hak memertahankan pendapat, dan hak untuk mendapat pengakuan. Etika dalam forum ilmiah dijaga agar tujuan forum dapat tercapai dengan baik.
Butir lain yang perlu diperhatikan dalam hal etika adalah kejujuran. Dalam dunia ilmiah, kejujuran merupakan butir etis terpenting. Setiap orang wajib bersikap sangat terbuka dalam segala hal menyangkut informasi yang disajikan. Jika menyajikan data harus disebutkan apakah data tersebut hasil penelitian atau diambil dari sumber lain yang juga harus disebutkan lengkap sesuai dengan kelaziman dunia ilmiah. Khusus dalam hal subjek penelitian, kerahasiaan yang bersangkutan perlu dijaga sehingga penyaji tidak boleh menyebut nama subjek peneliti terkait.
Dalam forum ilmiah, selain ada penyaji pasti ada peseta, yang juga harus menjaga etika. Pertama, setiap peserta juga harus jujur pada dirinya sendiri. Artinya, dia akan bertanya apabila tidak tahu, akan mencari klarifikasi apabila masih bingung atau belum yakin, akan mengecek apakah pemahamannya sudah benar. Selain itu, setiap peserta wajib menghargai pendapat/gagasan orang lain dan hal ini mensyaratkan bahwa dia wajib menyimak apabila ada orang yang berbicara. Dengan selalu menyimak orang lain, dia akan bertindak secara tepat.
Terkait dengan perilaku bertanya untuk memperoleh klarifikasi atau informasi, satu kewajiban penanya adalah menyimak jawaban dari penyaji. Akan lebih bagus jika dia mengungkapkan apresiasi terhadap jawaban yang telah diberikan.
Jalannya forum banyak ditentukan oleh moderator sebagai pemandu. Etika yang harus dijaga adalah bahwa moderator harus adil dan taat jadwal. Persoalan yang diangkat perlu juga diperlakukan secara adil. Seorang moderator perlu mengingatkan peserta atas persoalan-persoalan yang penting untuk dibahas. Moderator harus menaati waktu yang telah ditetapkan. Pertama, moderator seyogyanya tidak terlalu banyak mengambil waktu untuk komentar yang tidak fungsional. Kedua, moderator harus mengatur waktu yang digunakan oleh semua pihak, baik oleh penyaji maupun peseta.
Semua hal yang terungkap dalam forum berjalan perlu dicatat secara rapi oleh notulen. Hasil catatan yang telah ditata ringkas sebaiknya dicetak dan dibagikan kepada semua orang yang terlibat. Hal ini memberikan kesempatan bagi pemilik gagasan/konsep untuk meluruskan jika ada hal yang kurang tepat.
Teknisi wajib memastikan bahwa peralatan teknologi yang digunakan bekerja dengan baik. Teknisi harus melakukan cek terakhir sebelum forum dimulai dan secara teratur mengatur dan mengintrol jalannya forum dari segi teknologi.
Satu hal yang harus dipegang oleh penyaji, moderator maupun peserta adalah kemampuan untuk mengapresiasi tampilan orang lain di depan umum secara proposional.
Referensi:
Ahyar, Anwar. 2011. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Indonesia. Makassar: Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. 

ST. AFLAHAH
1111040188


ST. AFLAHAH (1111040188)_TUGAS PIDATO


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ibu Dosen yang saya hormati dan teman-teman sekalian,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Televisi Terhadap Remaja”. Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan di dalam pidato hari ini, yakni pengaruh televisi terhadap remaja dari segi positif dan negatif.
Bila kita melihat secara umum pengaruh televisi terhadap remaja memang tampak sangat berguna dan bermakna karena media televisi ini merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan efisien, efektif dari segi penyampaian informasi dan efisien dari segi harga untuk memperoleh informasi tersebut. Dengan media televisi wawasan dan ilmu pengetahuan seorang remaja dapat berkembang dengan pesat sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Banyak hal positif yang dapat diambil dari adanya media televisi ini yakni diantaranya seperti, informasi mengenai berita terkini, ilmu pengetahuan umum, entertainmen/ hiburan, dan lain sebagainya.
Seorang remaja hendaknya selalu mengetahui informasi terkini yang terjadi didunia guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dari remaja itu sendiri, yang dapat ia gunakan untuk mengembangkan dirinya dimasa yang akan datang, karena dengan informasi manusia dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, sedangkan untuk bidang entertainment/ hiburan, hal ini tentu saja berfungsi untuk mengurangi rasa penat atau rasa bosan pada setiap orang didalam masa remajanya atau dalam masa-masa belajarnya, mengapa demikian? Karena setiap remaja yang sedang berkembang akan mengalami satu hal yang namanya ”bosan” dan hal ini perlu dicegah dengan kegiatan yang sifatnya menghibur/ refleksi yang dapat membuatnya selalu ”Fresh” dan berfikir positif, sehingga menjadikan ia selalu aktif dan kreatif.
Ibu Dosen yang saya hormati dan teman-teman sekalian,
Selain dari wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh remaja dari media televisi, keakraban antar keluarga akan tercipta sehingga membuat remaja merasa nyaman berada diantara keluarganya, karena keluarga juga merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan diri seorang remaja, selain hal itu orang tua juga dapat mendidik anak-anaknya dengan lebih mudah melalui media televisi dan orang tua tersebut lebih mudah memberikan pengarahan terhadap anak sehingga anak akan merasa tidak terbebani untuk memahami apa yang diinginkan oleh orangtuanya. Hal-hal tersebut merupakan salah satu yang dapat kita rasakan/ lihat dari segi positif dampak televisi terhadap remaja, tetapi selain itu banyak hal-hal negatif yang dapat terjadi jika remaja telah terpengaruh oleh televisi, diantaranya adalah malas, mencontoh hal-hal yang tidak baik/ negatif seperti cara bergaul, berbicara, berpenampilan, serta pribadinya.
Sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Titie Said, dunia pertelevisian kini terancam oleh unsur-unsur vulgarisme, kekerasan, dan pornografi (KR, 23/9-2003). Hal ini juga didukung oleh data dari Media Index-Nielsen Media Research pada tahun 2004 (Wirodono, 2006). Diperlihatkan bahwa penetrasi media televisi mencapai 90,7%, radio 39%, surat kabar 29,8%, majalah 22,4%, internet 8,8% dan bioskop 15%. Selain itu, terdapat fakta-fakta yang menarik dari hasil survey tersebut mengenai pertelevisian Indonesia yaitu:
  1. tahun 2002 jam tonton televisi anak-anak 10-15 jam/hari atau 1.560 – 1.820 jam/tahun, sedangkan jam belajar SD umumnya kurang dari 1.000jam/tahun.
  2. 85% acara televisi tidak aman untuk anak, karena banyak mengandung adegan kekerasan, seks dan mistis yang berlebihan dan terbuka.
  3. 40 % waktu tayang diisi iklan yang jumlahnya 1.200 iklan/minggu, jauh diatas rata-rata dunia 561 iklan/minggu.
Kesimpulannya bahwa, setiap hal yang ada didunia ini pasti memiliki aturan dan pandangan yang berbeda yakni, baik dan buruk, begitupun dengan media televisi, yang selayaknya digunakan untuk hal yang baik tetapi tetap saja memiliki dampak yang tidak baik bagi sebagian orang dan atau fungsinya. Maka dari itu peranan orang tua untuk mendidik anak (remaja) sangatlah penting serta kesadaran dari remaja itu sendiri haruslah tinggi dan bertanggung jawab atas apa yang hendak ia lakukan dengan bimbingan dan kegiatan-kegiatan positif yang dia lakukan selama dia berada di luar lingkungan keluarga.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

ST. AFLAHAH
1111040188

Selasa, 27 Maret 2012

ST. AFLAHAH-TUGAS 4

PEMERINTAH VERSUS RAKYAT

Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan komoditas yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan rakyat. Oleh karena itu rakyat berhak mengetahui latar belakang dan pemikiran yang melandasi kebijakan Pemerintah yang menyangkut BBM Bersubsidi, termasuk kenaikan harga BBM Bersubsidi. Penjelasan kepada rakyat perlu disampaikan secara jelas dan mudah dimengerti.
 Kenaikan harga BBM bukan saja memperbesar beban masyarakat kecil pada umumnya tetapi juga bagi dunia usaha pada khususnya. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan pada pos-pos biaya produksi sehingga meningkatkan biaya secara keseluruhan dan mengakibatkan kenaikan harga pokok produksi yang akhirnya akan menaikkan harga jual produk. Efek ganda dari kenaikan BBM ini antara lain meningkatkan biaya overhead pabrik karena naiknya biaya bahan baku, ongkos angkut ditambah pula tuntutan dari karyawan untuk menaikkan upah yang pada akhirnya keuntungan perusahaan menjadi semakin kecil. Di lain pihak dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak tersebut akan memperberat beban hidup masyakarat yang pada akhirnya akan menurunkan daya beli masyarakat secara keseluruhan. Turunnya daya beli masyarakat mengakibatkan tidak terserapnya semua hasil produksi banyak perusahaan sehingga secara keseluruhan akan menurunkan penjualan yang pada akhirnya juga akan menurunkan laba perusahaan.  
Gejolak harga minyak dunia sebenarnya sudah mulai terlihat sejak tahun 2000. Tiga tahun berikutnya harga terus naik seiring dengan menurunnya kapasitas cadangan.  Ada sejumlah faktor penyebab terjadinya gejolak ini, salah satunya adalah persepsi terhadap rendahnya kapasitas cadangan harga minyak yang ada saat ini, yang kedua adalah naiknya permintaan (demand) dan di sisi lain terdapat kekhawatiran atas ketidak mampuan negara-negara produsen untuk meningkatkan produksi, sedangkan masalah tingkat utilisasi kilang di beberapa negara dan menurunnya persediaan bensin di Amerika Serikat juga turut berpengaruh terhadap posisi harga minyak yang terus meninggi, (Republika Online, Selasa 28 Juni 2005).   
Hal ini kemudian direspon oleh pemerintah di beberapa negara di dunia dengan menaikkan harga BBM. Demikian juga dengan Indonesia, DPR akhirnya menyetujui rencana pemerintah untuk menaikkan  harga bahan bakar minyak pada hari Selasa  27 September 2005 sebesar minimal 50 %. Kebijakan kenaikan harga BBM dengan angka yang menakjubkan ini tentu saja menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perekonomian sehingga kebijakan ini menimbulkan banyak protes dari berbagai kalangan. Keputusan pemerintah menaikkan harga bensin, solar, dan minyak tanah sejak 1 Oktober 2005 akibat kenaikan harga minyak mentah dunia hingga lebih dari 60 Dolar AS per barel dan terbatasnya keuangan pemerintah ini direspon oleh pasar dengan naiknya harga barang kebutuhan masyarakat yang lain. Biaya produksi menjadi tinggi, harga barang kebutuhan masyarakat semakin mahal sehingga daya beli masyarakat semakin menurun. Secara makro cadangan devisa negara banyak dihabiskan oleh Pertamina untuk mengimpor minyak mentah. Tingginya permintaan valas Pertamina ini, juga menjadi salah satu penyebab terdepresinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Metrotvnews.com, 28 September 2005).
Terjadinya hubungan timbal balik antara naiknya biaya produksi dan turunnya daya beli masyarakat berarti memperlemah perputaran roda ekonomi secara keseluruhan di Indonesia. Kondisi ini dapat mempengaruhi iklim investasi secara keseluruhan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek naiknya harga BBM tersebut disikapi oleh pelaku pasar, khususnya pelaku pasar modal sebagai pusat perputaran dan indikator investasi.  
Kontroversi kenaikan harga minyak ini bermula dari tujuan pemerintah untuk menyeimbangkan biaya ekonomi dari BBM dengan perekonomian global. Meskipun perekonomian Indonesia masih terseok mengikuti perkembangan perekonomian dunia, akhirnya kebijakan kenaikan BBM tetap dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober 2005. Akibatnya, perilaku investasi di Indonesia sangat memungkinkan mengalami perubahan. Setiap peristiwa berskala nasional apalagi yang terkait langsung dengan permasalahan ekonomi dan bisnis menimbulkan reaksi para pelaku pasar yang dapat berupa respon positif atau respon negatif tergantung pada apakah peristiwa tersebut memberikan stimulus positif atau negatif teradap iklim investasi. Berdasarkan pada argumentasi di atas, maka dimungkinkan akan terjadi reaksi negatif para pelaku pasar modal setelah pengumuman tersebut. Tetapi jika yang terjadi sebaliknya bahwa kenaikan harga BBM ini direaksi positif oleh pelaku pasar, maka kesimpulan sederhana dari dampak peristiwa pengumuman tersebut adalah bahwa naiknya harga BBM memberikan stimulus positif pada perekonomian Indonesia.
Namun dibalik dampak negatif dari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti yang dipaparkan di atas, masyarakat Indonesia juga perlu memerhatikan dan memertimbangkan alasan-alasan dari kebijakan pemerintah tersebut.
Jero Wacik (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) menjelaskan bahwa pada tahun 2011 dalam peyusunan APBN 2012 diperkirakan harga minyak mentah Indonesia per barel US$ 90 atau Rp 792.000 (berdasarkan kurs 1 US$ = Rp 8.800). 1 barel sama dengan kira-kira 159 liter, jadi ketika itu perkiraan harga minyak mentah Indonesia Rp 4.981 per liter. Dari minyak mentah untuk dapat dijadikan bensin premium dan untuk menyalurkannya sampai ke SPBU (pompa bensin) diperlukan biaya kira-kira Rp 3.019 per liter. Jelaslah bahwa ketika penyusunan APBN 2012 perkiraan harga pokok dan biaya distribusi bensin premium adalah Rp 8.000 per liter. Agar tidak memberatkan rakyat Indonesia bensin Premium dijual bukan dengan harga Rp 8.000 namun lebih murah yaitu Rp 4.500 perl liter. Artinya untuk setiap liter terdapat selisih harga sebesar Rp 3.500 yang ditanggung oleh Negara. Prediksi jumlah volume BBM Bersubsidi yang akan disalurkan adalah 40 juta kiloliter. Maka total subsidi BBM, Bahan Bakar Nabati dan LPG  diperkirakan sekitar Rp 123 trilyun. Dengan meningkatnya harga minyak mentah Indonesia per barel dari US$ 90, diperkirakan rata-rata menjadi US$ 105 (meningkat 16,66%) dan bahkan mungkin masih bisa bergerak naik lebih tinggi lagi, maka total subsidi energi itu jika tidak dilakukan perubahan harga BBM bisa menjadi lebih dari Rp 230 trilyun setahun.
Jika dipaksakan mendanai subsidi Rp 230 trilyun dari belanja negara 2012 yang totalnya adalah Rp 1.435 trilyun, maka kemampuan untuk membangun sarana dan keperluan lain yang dibutuhkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat akan semakin berkurang. Maka pada akhirnya semakin sulit mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memajukan perekonomian negara .
Dalam bulan Maret 2012 harga minyak di dunia terus meningkat naik. Awal Maret 2012 harga minyak mentah Indonesia sudah mencapai per barel US$ 112 atau Rp 1.008.000 (berdasarkan kurs 1 US$ = Rp 9.000), atau Rp 6.340 per liter. Itulah sebabnya harga BBM Berubsidi terpaksa harus dinaikkan demi kepentingan seluruh rakyat.
Namun, negara tetap memberikan subsidi harga BBM untuk rakyat. Kenaikan harga BBM Bersubsidi dilakukan hanya terbatas. Untuk bensin premium direncanakan kenaikannya per liter Rp 1.500, dari harga semula Rp 4.500 menjadi Rp 6.000. Harga Rp 6.000 ini masih jauh dari harga yang seharusnya, yakni harga pokok dan biaya distribusi yang saat ini telah melewati Rp 8.000.
Dalam Rancangan APBN 2012 direncanakan tetap akan ada subsidi BBM, bahan bakar nabati dan LPG sebesar sekitar 137 trilyun. Jumlah ini lebih besar dari total subsidi BBM, bahan bakar nabati dan LPG sebesar Rp 124 trilyun yang disediakan dalam APBN 2012 semula, yang belum diubah.
Pada akhir tahun 2011 Presiden memerintahkan para Menteri untuk mengupayakan jalan lain. Akan tetapi pada awal tahun 2012 keadaan semakin sulit dan tidak diperoleh jalan keluar yang lain. Itulah sebabnya kenaikan BBM Bersubsidi itu baru diajukan di awal tahun 2012 dan bukan di tahun 2011. Berdasarkan perkembangan terakhir Pemerintah memperkirakan kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2012 tidak sebaik kondisi tahun 2011.
Ekonomi Indonesia pada tahun 2011 berkembang sangat baik. Pertumbuhan 6,55% dan merupakan pertumbuhan tertinggi di kawasan ASEAN. Inflasi 3,75% dan merupakan infasi terendah di Asia Pasifik. Ekspor mencapai US$ 200 miliar dan menembus batas psikologis.
Akan tetapi Krisis Utang Yunani pada tahun 2012 dikuatirkan akan memicu krisis utang yang lebih luas di Eropa dan dapat menyebar ke bagian dunia lainnya. Banyak negara maju diperkirakan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Jika negara-negara maju mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi maka ekspor kita juga akan menurun karena kegiatan ekonomi di negara tujuan ekspor kita tidak sebaik tahun lalu.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan tidak akan sebaik tahun lalu. Ancaman perlambatan ekonomi dunia benar-benar nyata. Kita tidak mampu lagi menambah subsidi BBM dalam jumlah yang jauh lebih besar lagi  dari yang kita sediakan di tahun 2011. Itulah sebabnya jumlah susidi energi kita di tahun 2012 berkisar Rp Rp 137 trilyun.
Walaupun jumlah subsidi ini sudah meningkat bila dibandingkan tahun 2011 (Rp 124 trilyun) akan tetapi jumlah subsidi ini tidak cukup untuk menampung seluruh kenaikan harga minyak mentah Indonesia di tahun 2012. Perlu diketahui pada tahun 2011 Undang-Undang tentang APBN 2011 membolehkan Pemerintah memutuskan sendiri kenaikan harga BBM Bersubsidi tanpa harus meminta persetujuan DPR, berbeda dengan ketentuan Undang-Undang APBN 2012.
Rencana keputusan penting yang menyangkut hajat hidup rakyat seyogyanya disampaikan untuk memungkinkan publik ikut mendiskusikannya. Apalagi Undang-Undang yang berlaku tidak memungkinkan Pemerintah menaikkan harga BBM Bersubsidi tanpa meminta persetujuan DPR dengan mengubah Undang-Undang APBN 2012 itu. Rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi telah diajukan Pemerintah kepada DPR dengan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun Anggaran 2012.
Konsumsi BBM meningkat karena kemajuan ekonomi yang  dialami Indonesia. Pemerintah dapat membatasi konsumsi BBM. Tetapi perlu waktu karena pembatasan itu sebaiknya dilakukan secara alami, dan bukan karena paksaan. Pembatasan BBM secara alami akan terjadi jika telah tersedia energi lainnya yang lebih murah untuk rakyat di luar BBM.
Pemerintah sekarang sedang bekerja keras meningkatkan pengembangan energi lain di luar BBM yang lebih murah. Pemerintah sedang mengupayakan agar sebagian kendaraan menggunakan gas dan tidak lagi menggunakan premium. Pemerintah akan menambah jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas, membangun jaringan pipa penyaluran gas, menyediakan konverter-kit agar kendaraan yang selama ini memakai BBM dapat memakai gas dan menyediakan bengkel serta teknisi yang handal untuk memasang konverter-kit itu.
Tahun 2011 di Indonesia jumlah mobil bertambah 900 ribu buah dan sepeda motor bertambah 7 juta buah. Semua itu membutuhkan penyediaan BBM yang bertambah besar. Untuk kebutuhan lainnya di luar transportasi, misalnya untuk kebutuhan pembangkit listrik, Pemerintah telah mengembangkan energi baru terbarukan seperti energi surya dan geothermal (panas bumi). Pemerintah juga gencar menganjurkan masyarakat agar berhemat dalam menggunakan BBM.
Pemerintah ikut menanggung beban dalam menaikkan harga BBM Bersubsidi ini. Belanja kementerian dan lembaga negara telah dipotong. Dalam RAPBN 2012 Pemerintah telah memotong belanja Kementerian/Lembaga Negara yang dapat ditunda ke tahun-tahun berikutnya.
Saat ini Pemerintah sudah menyusun Kebijakan Energi Nasional sampai tahun 2050. Di dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) 2012-2050 telah ditetapkan sasaran bauran energi primer.
Peran energi baru dan terbarukan tahun 2025 minimal 25% dan tahun 2050 minimal 40%. Sedangkan peran minyak bumi akan dikurangi menjadi kurang dari 25% (tahun 2025) dan 20% (tahun 2050). Peran batubara minimal 30% tahun 2025 dan 25% tahun 2050. Sedangkan peran gas bumi ditetapkan minimal 20% tahun 2025 dan 15% tahun 2050.
Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN), yang dipimpin oleh Presiden sebagai Ketua dan dihadiri Wapres, Menteri ESDM (sebagai Ketua Harian) dan beberapa Menteri serta anggota lainnya telah memutuskan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan terhadap Rancangan KEN 2012-2050. Setelah diperbaiki Rancangan KEN akan dimintakan persetujuan DPR sebelum ditetapkan oleh Pemerintah
Pemerintah berencana akan memberikan bantuan kepada masyarakat miskin berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Subsidi Beras Miskin (Raskin), Subsidi Siswa Miskin (SSM) dan Subsidi Transportasi Angkutan Umum.
BLSM akan diberikan kepada 18,5 juta rumah tangga selama 9 bulan @ Rp 150.000. Total dana yang dialokasikan termasuk untuk biaya operasionalnya adalah Rp 25,6 trilyun. Lama penyaluran Raskin akan ditambah dari semula 12 bulan menjadi 14 bulan masing-masing 15 kg per bulan.
SSM diberikan kepada siswa SD, SMP, SMA dan SMK. Total dana yang dialokasikan adalah Rp 3,4 trilyun. Subsidi transportasi berjumlah Rp 5 trilyun dan diberikan dalam bentuk :
  • Penambahan anggaran PSO (Public Social obligation) untuk angkutan umum penumpang dan barang. 
  • Kompensasi terhadap pajak kendaraan bermotor, biaya administrasi pengurusan (STNK).
Di samping itu, kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini juga dapat membawa dampak positif yaitu menaikan ekspor gas alam cair (LNG) Indonesia, permintaan akan gas alam cair terhadap Indonesia akan mengalami kenaikan sebagai alternatif pilihan energi atas naiknya harga minyak mentah di pasaran luar negeri. Saat ini ekspor LNG Indonesia mencapai 20 juta ton kaki kubik per tahunnya. Dengan jumlah tersebut LNG mampu menyumbang devisa kepada negara sebesar 8 miliar dolar AS per tahun.
            Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia tentu membawa dampak positif dan negatif bagi seluruh masyarakat, namun tidak dipungkiri bahwa hal ini bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh pemerintah, banyak hal penting yang menjadi bahan pertimbangan. Sebagai masyarakat yang baik maka dalam menyikapi suatu kebijakan tidak hanya melihat dari satu sisi dan mengesampingkan sisi lainnya yang juga sangat pening melainkan memerhaikan segala aspek yang terlibat dalam kebijakan tersebut.
           
Referensi:
Jide. 2007. Dampak Kebijakan Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Perdagangan Saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ). (http:// jurnalskripsitesis.wordpress.com/, diakses pada tanggal 26 Maret 2012).
Wacik, Jero. 2011. Jawaban Terkaitan Kenaikan BBM Bersubsidi. (http://www. esdm.go.id/, diakses pada tanggal 26 Maret 2012).


ST. AFLAHAH
1111040188



























Senin, 19 Maret 2012

ST. AFLAHAH-TUGAS 3


Kelor (Moringa oleifera) , Pahlawan Gizi Buruk

Sebagian besar masyarakat di dunia ini telah mengalami kekurangan gizi, dalam setiap hasil penelitian hanya selalu menyertakan besarnya prevalensi kekurangan gizi padahal sebenarnya penderita kekurangan gizi buruk ini telah mewakili 1/8 bagian penduduk dan terutama banyak ditemukan di kawasan Asia dan Afrika (Suhardjo, 2003). Bahkan kekurangan gizi sangatlah fatal dan lebih sulit diatasi karena tidak semua orang mampu menyadari kelengkapan asupan gizi bagi tubuhnya, berbeda dengan kekurangan makanan yang lebih mudah disadari oleh masyarakat.
Kurang gizi (gizi buruk) merupakan masalah yang kompleks dan melibatkan berbagai bidang kehidupan baik ekonomi, sosial, maupun budaya. Berbagai pihak telah berupaya untuk menyelesaikan masalah ini, namun faktanya masih ditemukan beberapa masyarakat yang menderita gizi buruk. Gizi buruk ini terjadi akibat dari kekurangan gizi dalam tingkatan yang tinggi bahkan dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani secara cepat oleh ahlinya. Sementara itu, asupan gizi yang harus dipenuhi oleh setiap manusia sebagaimana yang dikemukakan oleh Annas Ahmad (2011) tentang nutrisi yang harus diperoleh setiap manusia yaitu vitamin, mineral, antioksidan, senyawa anti-inflamasi, dan asam lemak.
Sejalan dengan pemikiran Annas Ahmad (2011) tersebut, maka terdapat sebuah solusi yang tepat untuk masalah ini, yaitu dengan mengkonsumsi daun kelor (Moringa oleifera). Sepintas tanaman kelor (Moringa oleifera) ini terlihat sangat sederhana, seperti halnya tanaman-tanaman yang lain. Namun, jika diteliti dengan baik maka tanaman ini merupakan tanaman yang penuh dengan keistimewaan.
Daun tanaman kelor (Moringa oleifera ) ini mengandung 10 vitamin esensial dan 11 mineral penting. Vitamin dan mineral sangat dibutuhkan untuk membangun segala sesuatu dari tubuh manusia, pembekuan darah, dan sebagai produksi energi. 100 g daun kelor mengandung 3390 SI Vitamin A, jika dibandingkan mencapai dua kali lebih tinggi dari bayam dan tigapuluh kali lebih tinggi dari buncis. Daun kelor juga tinggi kalsium, sekitar 440 mg/100 g, serta fosfor 70 mg/100 g, mengandung Vitamin C lebih banyak dibanding jeruk, kalsium empat kali lipat susu, potasium tiga kali lipat pisang, protein dua kali lipat yogurt dan zat besi jauh lebih banyak daripada bayam.
Selain itu, tanaman ini juga mengandung sembilan asam amino esensial lengkap yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan protein. Mengandung lebih dari 24 jenis antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh manusia sebagai pelindung terhadap berbagai polusi yang kini semakin bertambah parah. Daun ini juga mengandung lebih dari 24 jenis nutrisi anti-inflamasi serta asam lemak omega-3 dan omega-6 yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.
Harga jual tanaman ini pun sangat terjangkau karena mudah diperoleh, bahkan jika ingin mengkonsumsi tanaman kelor ( Moringa oleifera ) ini setiap hari, masyarakat dapat menanamnya pada setiap halaman rumah atau kebun sehingga tidak perlu membeli lagi.
Cara unengolahannya pun sangat sederhana. Cukup dengan mencuci bersih daun kelor ( Moringa oleifera ) terlebih dahulu, lalu memetik daun-daunnya, kemudian dimasak dengan air sebagai bahan sayur untuk dikonsumsi. Rasa daun tanaman ini memang agak pahit, tetapi jika sudah diracik dengan berbagai bumbu dapur seperti bumbu sayuran maka rasa pahitnya akan berkurang.

ST. AFLAHAH
1111040188

Selasa, 13 Maret 2012

EVALUASI BAB III BAHASA INDONESIA RAGAM ILMIAH


  1.       .     Apa yang dimaksud dengan bahasa Indonesia ragam ilmiah?
    ·      Maksud dari bahasa Indonesia ragam ilmiah ialah bahasa Indonesia merupakan  bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah, digunakan untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari keempatnya yang diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk komunikasi ilmiah baik secara tertulis maupun lisan.

    2.      Jelaskan kriteria bahasa Indonesia ragam ilmiah berikut ini beserta cotohnya!
    a.       cendekia
    b.      lugas dan jelas
    c.       menghindari kalimat fragmentaris
    d.      bertolak dari gagasan
    e.       formal dan objektif
    f.       rigkas dan padat
    g.      konsisten
    ·      a. Bahasa Indonesia bersifat cendekia artinya bahasa Indonesia mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yakni mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama sehingga gagasan yang disampaikan dapat diterima secara cepat oleh pembaca.
    Contoh:
    Terdapat perbedaan yang signifikan antara masyarakat kalangan atas, menengah, dan bawah.

    b. Bahasa Indonesia bersifat lugas dan jelas.
    Bahasa Indonesia bersifat lugas artinya bahasa Indonesia digunakan dalam memaparkan sebuah gagasan secara langsung dan tepat sehingga makna yang ditimbulkan oleh pengungkapan itu tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kesalahan dalam menafsirkan isi gagasan tersebut.
    Contoh:
    Abjad di Indonesia berjumlah 26 huruf yang melambangkan bunyi-bunyi bahasa (fonem), terdiri dari 5 huruf vokal dan 21 huruf konsonan.

    Bahasa Indonesia bersifat jelas artinya dalam mengungkapkan sebuah gagasan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang jelas  maka isi gagasan tersebut mudah diterima dan dipahami oleh pembaca. Kalimat-kalimat yang jelas mampu memaparkan hubungan gagasan yang satu dengan yang lainnya secara jelas pula.
    Contoh:
    Setiap siswa harus menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

    c. Bahasa Indonesia ragam ilmiah menghindari kalimat fragmentaris artinya menghindari kalimat yang belum selesai sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman pembaca dalam menafsirkan makna dari kalimat tersebut.
    Contoh kalimat fragmentaris:
    Jika Anda pulang
    Pembenaran:
    Jika Anda pulang ke rumah, ingat untuk membeli pasta gigi.

    d. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bertolak dari gagasan artinya bahasa Indonesia yang digunakan berorientasi gagasan yaitu penonjolan dari isinya diarahkan pada gagasan atau hal-hal yang diungkapkan bukan kepada penulis
    Contoh:
    Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa minat baca di kalangan remaja masih sangat rendah.

    e. Bahasa Indonesia bersifat formal dan objektif
    Bahasa Indonesia bersifat formal artinya dalam penulisan sebuah gagasan yang merupakan sarana komunikasi ilmiah, bahasa yang digunakan harus bersifat formal baik pilihan kosa kata, bentuk kata, maupun struktur kalimat.
    Contoh:
    Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam upaya pengembangan kepribadian siswa.

    Bahasa Indonesia bersifat objektif artinya  dalam pengembangan kalimat  haruslah bertumpu pada gagasan dengan menggunakan kata dan struktur kalimat yang mampu menyampaikan gagasan tersebut secara objektif (sesuai dengan kenyataan).
    Contoh:
    Bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan kota Makassar  telah menghancurkan 13 rumah penduduk.

    f. Bahasa Indonesia bersifat ringkas dan padat
    Bahasa Indonesia bersifat ringkas dan padat artinya dalam penulisan sebuah karya ilmiah harus menggunakan bahasa yang ringkas, menggunakan kata-kata seefektif mungkin, tidak terdapat pemborosan kata, dan merujuk pada kandungan gagasan yang diungkapkan.
    Contoh:
    Nilai moral di atas menjadi pedoman bagi setiap warga masyarakat.

    h. Bahasa Indonesia bersifat konsisten artinya unsur bahasa dan ejaan harus digunakan secara konsisten baik tanda baca, pemilihan kata, dan istilah yang digunakan.
    Contoh:
    Untuk mengurangi jumlah pengangguran, pemerintah sebaiknya memperluas lapangan pekerjaan.

    3.      Jelaskan perbedaan ragam resmi dan ragam tidak resmi!
    ·     Ragam resmi adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi/suasana resmi (formal) seperti di kantor, depan kelas, dalam ruangan rapat, dalam berdiskusi, berpidato, memimpin rapat, surat menyurat resmi, administrasi pemerintahan, dan dalam karya-karya ilmiah  yang dilambangkan dan diakui oleh sebagian besar  warga masyarakat pemakainya dan dijadikan kerangka/ rujukan norma kaidah bahasa dalam pemakaiannya sedangkan ragam tidak resmi adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi/ suasana tidak resmi (informal) seperti dalam rumah tangga, warung-warung, pasar, dan lapangan olahraga yang selalu terdapat kecenderungan untuk menyalahi norma/ kaidah bahasa yang berlaku.



    ST. AFLAHAH
    1111040188