Tampilkan postingan dengan label Rizki Amalia_1111040191. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rizki Amalia_1111040191. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

RIZKI AMALIA_1111040191 TUGAS PIDATO


Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdullilah hirabbil alamin wassalatu wassalamu alla asrafil anbiya awal mursalin waala alihi wasabbihi azmain amma baad.
Pertama – tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt karena atas berkat dan limpahan rahmatnya sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang sederhana ini guna melaksanakan pembelajaran seperti biasanya. Tak lupa pula kita curahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
Yang terhormat, Ibu selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia dan teman-teman yang saya cintai,
Pada kesempatan kali ini, saya akan berpidato dengan tema “Kenakalan di Kalangan Remaja”.
Ibu dosen yang saya hormatoi, serta teman-teman yang saya cintai.
Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi ambang batas yang sangat wajar. Sekarang banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba, freesex dan terlibat banyak tindajan kriminal lainnya. Kita dapat lihat fakta ini melalui media elektronik, media baca, atau kita juga bisa melihatnya secara langsung di lingkungan sekitar kita. Hal ini terjadi dikalangan remaja karena adanya faktor-faktor yang melatarbelakangi seperti
1.      Kurangnya pengawasan dan kasih sayang dari orang tua. Pengawasan dan kasih sayang sangat mendukung tidak terjadinya kenakalan pada remaja. Seorang biasanya terjerumus dengan kenakalan remaja karena orang tua yang tidak member kepercayaan yang sangat besar kepada anaknya. Tetapi kepercayaan tersebut disalahgunakan. Oleh karena itu, kita sebagai remaja harus menjaga kepercayaan dan nama baik orang tua dan keluarga agar mereka tidak kecewa. Buatlah orang tua bangga karena telah mempunyai anak seperti kita.
2.      Pergaulan dengan teman yang tidak sebaya. Biasanya remaja selalu ingin bergaul dengan teman yang lebih tua darinya, sehingga apa yang dilakukan oleh temannya tersebut, akan menirunya dengan alasan coba-coba. Remaja seperti kita ini mempunyai penasaran tingkat tinggi. Semuanya ingin tahu, mencoba dan merasakan tanpa memikirkan masalah yang ditanggung kedepanya.
3.      Peran dari perkembangan IPTEK yang berdampak negative. Di era teknologi ini, semua remaja berlomba-lomba untuk mengetahui dan mempelajari tentang teknologi agar tidak disebut gaptek. Tapi dengan teknologi ini, ada remaja yang menggunakan untuk pengetahuan dan pembelajaran tapi ada remaja yang menyalahgunakan membuka situs-situs porno sehingga mengganggu mental remaja. Keadaan seperti ini yang membuat remaja melakukan freesex (seks bebas).
4.      Dasar-dasar agama yang kurang. Seorang remaja kebanyakan tidak mempunyai dasar-dasar agama. Oleh karena itu mereka selalu melakukan semaunya tidak memikirkan apakah perbuatannya ini sesuai dengan ajaran agama atau tidak.
5.      Masalah yang dipendam. Biasanya remaja mempunyai masalah-masalah seperti masalah keluarga, masalah dengan temannya atau masalah dengan teman lawan jenis. Masalah yang dihadapinya selalu dianggap berat dan tidak ada penyelesaiannya. Remaja seperti ini yang biasanya hanya berpikiran pendek, pusing dan stress dengan masalah tersebut, akhirnya mereka mengkonsumsi narkoba hanya menambah beban/masalah. Mengkonsumsi narkoba hanya ada 3 masa depannya yaitu gila, penjara dan kematian.
Ibu dosen yang saya hormati dan teman-teman yang saya cintai.
Ada beberapa cara yang mungkin bisa mencegah kenakalan yang terrjadi di remaja, khususnya buat diri kita sendiri agar tidak ikut terjerumus, diantaranya :
1.      Mentaati nasehat-nasehat yang telah diterima khususnya dari orang tua/orang lain baik itu daru guru, orang yang lebih berpengalaman atau teman kita.
2.      Menyusun rencana masa depan yang baik atau memikirkan cita-cita dari sekarang.
3.      Jangan terpancing untuk mencoba hal-hal yang menurut agama dihukum dan dianggap salah.
4.      Perlunya ada pendidikan agama sejak dini yang rutin agar berguna untuk mempertebal keimanan diri kita sendiri.
Sebenarnya hidup ini indah, tidak ada hal-hal yang terindah dalam hidup ini selain kita mengisi dan menjalani hidup in dengan hal-hal yang baik.
Ibu dosen yang saya hormati serta teman-teman yang saya cintai.
Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan kepada teman-teman sekalian.
Terima kasih atas perhatiannya. Jika ada salah-salah kata mohon dimaafkan karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata dan kekurangan milik kita pribadi. Sekian.
Wassalamu Alaikum Wr. Wb

NAMA : RIZKI AMALIA
NIM     : 1111040191

Rabu, 25 April 2012

Rizki Amalia (1111040191)_Tugas Presentasi


BAB IX
BERPIDATO
A.      Pengantar
Salah satu ragam berbicara yang sering digunakan dari dahulu sampai sekarang adalah pidato. Dalam penataran, peringatan, seminar, dan perayaan, pidato sering digunakan. Pidato merupakan suatu hal yang sangat penting baik pada waktu sekarang maupun pada waktu yang akan dating, karena pidato merupakan penyampaian dan penanaman pikiran, informasi atau dari gagasan pembicaraan kepada khalayak ramai. Seseorang yang berpidato dengan baik akan mampu meyakinkan pendengarannya untuk menerima dan mematuhi pikiran, informasi, gagasan, atau pesan yang disampaikan.
Sebagai insan terpelajar mahasiswa dituntut memiliki kinerja yang memuaskan dalam semua aspek kehidupan, baik di kampus maupun di lingkungan mayarakat. Selain mampu menulis beragam karya ilmiah dan mempersentasikannya dengan baik, mahasiswa juga dituntut mampu berpidato apabila diperlukan. Dalam kenyataannya, baik di kampus maupun di tengah masyarakat, kemampuan berpidato perlu dibutuhkan oleh mahasiswa.   
Agar dapat berpidato dengan baik, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan sebagai di bawah ini :
1.      Mempunyai tekad dan keyakinan bahwa pembicara mampu meyakinkan orang lain. Dengan memiliki tekad yang bulat akan tumbuh keberanian dan sikap percaya diri sehingga ia tidak akan ragu-ragu mengucapkan pidatonya;
2.      Memiliki pengetahuan yang luas sehingga pembicara dapat menguasai materi dengan baik. Untuk itu, pembicara sebaiknya banyak membaca dan mendengarkan pembicaraan yang baik;
3.      Memiliki perbendaharaan kata yang cukup sehingga pembicara mampu mengungkapkan pidato dengan lancer dan meyakinkan; dan
4.      Melakukan latihan yang intesif. Berpidato memerlukan latihan apabila di hadapan massa. Persiapan yang matang  dan latihan yang intensif akan sangat membantu kelancaran berpidato.

B.      Pengertian Berpidato
Berpidato merupakan salah satu wujud kegiatan berbahasa lisan. Sebagai wujud berbahasa lisan, berpidato mementingkan ekspresi gagassan dan penalaran dengan menggunakan bahasa lisan yang didukung aspek-aspek nonkebahasaan (ekspresi wajah, gesture, kontak pandang, dll). Dengan demikian, berpidato adalah kegiatan menyampaikan gagasan secara lisan dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek-aspek nonkebahasaan  yang dapat mendukung keefisienan dan keefektifan pengungkapan gagasan kepada orang banyak dalam suatu acara tertentu.

Referensi :
Badan Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FBS UNM. 2011. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Indonesia. Makassar : Badan Penerbit UNM.

NAMA  : RIZKI AMALIA
NIM     : 1111040191

Minggu, 18 Maret 2012

RIZKI AMALIA ( 1111040191 ) TUGAS 3


Ceiba Pentandra
            Kapuk randu atau kapuk ( ceiba pentandra ) adalah pohon tropis yang tergolong ordo malvales dan family malvaceae, berasal dari bagian utara di Amerika Selatan. Di Indonesia terutama di bagian Jawa, pohon ini dikeanl sebagai kapas Jawa, kapuk Jawa, atau kapuk-sutera.
            Ceiba Pentandra tumbuh setinggi 60-70 meter biasanya memiliki batang pohon yang cukup besar sekitar 3 meter dan berduri. Daunnya yang berwarna hijau. Bunga yang berwarna buram, berbau harum dan indah. Dimana biji buahnya mengandung minyak dan bulu biji seperti sutera yang dinamai dengan kapuk. Biji berwarna hijau ketika masih muda dan kulit berwarna coklat setelah kapuk tua.
            Tanaman Ceiba Pentandra dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu Ceiba Occidentalis yang banyak ditemukan di Amerika dan Afrika. Tipe Ceiba yang terdapat di Amerika maupun Afrika adalah tipe karibea. Tipe ini pohonnya  berukuran besar tinggi mencapai 50 meter dan cabang terbawah dari permukaan tanah sekitar 10 meter. Tanaman tersebut biasanya ditemukan di lapangan dengan mahkota yang sangat besar. Kecuali tipe yang bercabang rendah, ada juga tipe yang bercabang sangat tinggi tetapi mahkotanya kurang kokoh. Tipe ini tumbuh dihutan tropis, contohnya kapuk suriname dan congo. Ada juga kelompok Ceiba Orientalis yang berada di Asia. Tipe Indika pohonnya berukuran relatif kecil dibandingkan dengan tipe karibea.
            Pohon kapuk selain buahnya yang dimanfaatkan sebagai bantal atau kasur ternyata tanaman ini mempunyai beberapa khasiat diantaranya sebagai obat herbal penghilang luka, panas dalam, penyubur rambut, obat asma, dan lain-lain.
Referensi : www.wikipedia.com
                 www.herbal.com
                 www.ditjenbun.deptan.go.id

            RIZKI AMALIA
                                                         1111040191      
           

Selasa, 13 Maret 2012

Rizki Amalia (1111040191) - tugas II


EVALUASI
     1. Apa yang dimaksud dengan bahasa indonesia ragam ilmiah ?
Bahasa Indonesia ragam ilmiah adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam menulis karya ilmiah.

2. Jelaskan kriteria bahasa Indonesia ragam ilmiah berikut ini : 
a.    Cendekia : Bahasa Indonesia yang digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berfikir logis, yakni mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama. Contoh : Pada era teknologi modern sekarang ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran moral pada bangsa Indonesia,
b.    Lugas dan Jelas : Bahasa Indonesia yang mampu menyampaikan gagasan ilmiah secara jelas dan tepat. Contoh : Mengajarkan moral di sekolah merupakan kelanjutan dari pengajaran moral di rumah yang dilakukan oleh pra pendidik, dimana merupakan mata pelajaran moral panasila, juga diterapkan dalam mata pelajaran Agama, IPS, dan Sejarah.  
c.    Menghindari kalimat fragmentaris : Menghindari kalimat yang belum selesai. Contoh :
d.    Bertolak dari gagasan : Penonjolan diadakan pada gagasan atau hal yang diungkapkan dan tidak pada penulis. Contoh : Perlu diketahui bahwa pendidikan matematika sangat penting dalam lingkungan perdagangan dan ekonomi
e.    Formal dan Objektif : Pilihan kosa kata, bentuk kata, dan struktur kalimat yang digunakan bernada formal dan kalimat-kalimatnya memiliki unsur yang lengkap. Contoh : - formal : Setiap sekolah dasar wajib melaksanakn UN kepada siswa-siswi kelas 6. – Objektif : Ini telah memberikan bukti peranan orang tua dalam pembentukan kepribadian moral anak.
f.    Ringkas dan Padat : Tidak adanya unsur-unsur bahasa yang mubazir atau menuntut adanya penggunaan bahasa yang hemat. Contoh : Nilai moral diatas menjadi pedoman bagi setiap bangsa Indonesia.
g.    Konsisten : Penggunaan unsur bahasa, tanda baca, tanda-tanda lain dan istilah yang sesuai dengan kaidah dan semuanya digunakan secara konsisten. Contoh : Untuk mengatasi penumpang yang sangat banyak, pengusaha angkutan dihimbau untuk mengopersikan, semua kendaraan secara extra.

    3. Jelaskan perbedaan ragam resmi dan ragam tidak resmi ?
·         Ragam resmi adalah ragam bahasa yang digunakandalam keadaan formal atau suasana resmi, seperti dalam pidato resmi, ceramah ilimiah, perkuliahan, dalam rapat resmi biasanya digunakan kalimat-kalinat panjang, pilihan kata dan ungkapan sesuai dengan tuntunan kaidah bahasa yang benar sedangkan ;
·         Ragam tidak resmi adalah ragam bahasa yang digunakan dalam suasana akrab (santai), penutur bahasa biasanya sering menggunakan kalimat-kalimat pendek, kata-kata dan ungkapan yang maknanya hanya dapat dipahami dengan jelas oleh peserta oerakapan itu .
Referensi : www.anneahira.com
Rizki Amalia
1111040191

Selasa, 06 Maret 2012

Rizki Amalia (1111040191)_tugas I


Sejarah Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu. Penduduk pertama Indonesia, pertama kali menggunakan bahasa Melayu sebagai sarana komunikasi mereka. Bahasa Melayu digunakan oleh bangsa Indonesia pada abad ke-19 dan terus mengalami perbaikan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja atau bahasa yang baku.
Bahasa Indonesia dijadikan bahasa Negara dengan melalui perjuangan yang sangat panjang, baik sebelum Indonesia merdeka maupun sesudah merdeka. Sebelum bahasa Indonesia dijadikan bahasa Negara lebih dulu bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa nasional yang di ikrarkan melalui sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, pada masa itu Indonesia masih dalam jajahan Belanda. Setelah kongres pemuda, diadakan lagi kongres bahasa Indonesia yang pertama diadakan di Solo pada tahun 1938. Pada kongres itu ada 2 hasil keputusan yang sangat penting, yaitu (1) bahasa Indonesia diusulkan menjadi bahasa resmi dan (2) bahasa Indonesia juga diusulkan sebagai bahasa pengantar dalam badan-badan perwakilan dan perundang-undangan.
Pada tahun 1942 Jepang datang ke Indonesia dengan tujuan yang sama dengan Belanda. Tapi Jepang tak dapat berbahasa Indonesia oleh karena itu Jepang mengajarkan bahasa Jepang kepada orang Indonesia dan bermaksud menjadikan bahasa Jepang sebagai bahasa yang resmi Indonesia. Tapi usahanya percuma saja, lambat naung Jepang menyerah sehingga tampak bahwa bahasa Indoneisa sebagai bahasa persatuan dan makin kuat kedudukannya. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
1.      Lambang kebangsaan nasional
2.      Lambang Identitas nasional
3.      Alat pemersatu berbagai suku bangsa di Indonesia
4.      Alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya
Disamping fungsinya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional masih banyak lagi fungsi bahasa Indonesia baik sebagai bahasa nasional amupun bahasa Negara. Oleh karena itu kita harus selalu berbangga dengan bahasa Indonesia.
Refrensi           : http://www.massofa.wordpress.com/2008/09/15/lahirnya-bahasa-indonesia/
RIZKI AMALIA 
  1111040191 
MATH ICP B 2011